Minggu, 16 Juni 2013

[Review] The Vow: The True Events that Inspired the Movie

Diposkan oleh Fhily Anastasya di 05.21 2 komentar
Main Title: The Vow
Sub Title: The True Events that Inspired the Movie
Author: Kim Carpenter, Krickitt Carpenter, John Perry, Dana Wilkerson
Publisher: B&H Books
Pages: 183
1st Published: February 10th 2012
ISBN:143367579X (ISBN13: 978143367579)
Genre: Non-Fiction, Memoir



Sinopsis :
Life as Kim and Krickitt Carpenter knew it was shattered beyond recognition on November 24, 1993. Two months after their marriage, a devastating car wreck left Krickitt with a massive head injury and in a coma for weeks.

When she finally awoke, she had no idea who Kim was. With no recollection of their relationship and while Krickitt experienced personality changes common to those who suffer head injuries, Kim realized the woman he had married essentially died in the accident.

And yet, against all odds, but through the common faith in Christ that sustained them, Kim and Krickitt fell in love all over again. Even though Kim stood by Krickitt through the darkest times a husband can ever imagine, he insists, “I’m no hero. I made a vow.”

Review:

But she no longer thought she was my wife: She didn't want to be mine. In the disoriented state she was in, she did not know what she wanted. I felt she had no more love for me. Just a few months after our wedding, the woman I had married seemingly hated me. And it was breaking my heart.

Philippians 4:6–9—Read and dwell on this.

Bagaimana rasanya jika seseorang yang kamu cintai dengan sepenuh hatimu terbangun dengan keadaan tidak mengenali kamu sama sekali? Feels you like a stranger?
Begitulah yang dirasakan oleh Kim, isterinya yang baru dinikahinya selama dua bulan terbangun dengan tidak mengenalnya! Setelah car accident yang mereka alami.
Bagaimana bisa? Bagaimana ia melupakan saat-saat indah yang mereka telah lalui bersama? Dan bagaimana ia bisa melupakan cara mereka untuk saling mencintai?

“Krickitt, who’s your husband?”
Krickitt looked at me again and back at the therapist. I was sure everyone could hear my heart thudding as I waited for my wife’s answer in silence and desperation.
“I’m not married.”
No! God, please!The therapist tried again, “No, Krickitt, you are married. Who’s your husband?”
She wrinkled her brow. “Todd?” she questioned.
Her old boyfriend from California? Help her remember, God!“Krickitt, please think. Who’s your husband?”
“I told you. I’m not married.”
Heartbreaking!

------

Tertarik buat baca buku ini setelah nonton The Vow sih. And I liked that movie. Terlepas yang entah mengapa Channing Tatum kalau dalam film yang saya nonton nasibnya ngenes -_-" contohnya Dear John. Dan kebetulan filmnya mengambil dua pemain dari filmnya Nicholas Sparks. Channing Tatum from Dear John and Rachel McAdams from The Notebook. Jadi setelah tahu nih film (padahal rilisnya valentine tahun lalu -_-) saya excited buat nonton. Dan baru bisa nonton tahun 2013 ini. Oke... oke... sebenarnya disini bukan untuk bahas film tapi bahas buku yang satu ini. Oh ya, ini bukan fiksi seperti novel-novelnya Nicholas Sparks... it's based on true story.
Dalam buku ini menceritakan tentang kehidupannya Kim dan Krickitt Carpenter sepasang suami isteri yang menikah pada tanggal 18 September 1993. Setelah melalui pertemuan yang berkesan, dan jalan mereka saling mencintai akhirnya mereka memutuskan untuk menikah.

Mr and Mrs Kim J. Carpenter September 18, 1993
Leo and Paige on The Vow Movie
Tapi ternyata kebahagiaan itu tak berlangsung lama. A night before thanksgiving 1993 they got an car accident. Kecelakaan yang membuat mobil mereka hancur namun hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan mereka. Walaupun dengan kehilangan ingatannya Krickitt.

Kim & Krickitt's Car after the Accident

Leo & Paige Accident on The Vow Movie
Itu membuat keadaan yang sulit bagi Kim. Dia harus belajar menerima sakit hati yang ia rasakan selama Krickitt menganggapnya sebagai orang asing. Berusaha hidup dengan keadaan Krickitt yang seperti itu. Bahkan ada masa dimana ia harus menyerah. Tapi sebagaimana ia telah bersumpah dulu ia harus membuat Krickitt merasakan 'cinta' kepadanya lagi. Bagaimanapun keadaan Krickitt sekarang dia selalu mencintainya. Tapi bagaimanakah jika ingatan Krickitt tak akan pernah kembali? Apakah ia masih tetap mampu bertahan menerima Krickitt?

God will never forget you. He says he will never leave you comfortless, and he won’t. You can’t use him up or wear him out. Hang on to him, Kim. He’s the most powerful force for good you have. He won’t forget you. So please don’t forget him

Fighting to built the whole memories
Kalau soal autobiografi seperti ini saya nggak akan membicarakan soal penulisannya melainkan makna yang ada di dalam bukunya. Dan buku ini dapat banget (mungkin pengaruh juga sih karena saya suka filmnya) bagaimana cara Kim berjuang untuk Krickitt yang walaupun tidak pernah mendapatkan ingatannya.

 But she no longer thought she was my wife: She didn't want to be mine. In the disoriented state she was in, she did not know what she wanted. I felt she had no more love for me. Just a few months after our wedding, the woman I had married seemingly hated me. And it was breaking my heart.
Walaupun melewati banyak rintangan yang membuat beberapa kali hatinya harus hancur berkeping-keping tetapi itu tidak menyulutkannya. Sehingga walaupun Krickitt tak bisa mengingat masa-masanya bersama Kim. Tetapi ia berhasil membangun memori baru bersama. Dan menghasilkan dua buah hati pula :)
Yang saya suka juga banyak pelajaran rohani yang bisa dipetik dari dalam buku ini.

As this book comes to an end, our lives will continue on. As you close the back cover to this book, I want you to remember that in life you will encounter some very tough times, but you can find your strength in God. If there is something missing in your life, seek the Lord. If you once had him in your life and now he seems far away, guess who moved? He is still there; just go to him. He loves you with an everlasting love, and through obedience to him all commitments will endure.
We made a vow.
“I can do all things through Christ who strengthens me.” (Philippians 4:13)

Minggu, 02 Juni 2013

[Review] A Time to Dance & A Time to Embrace (Timeless Love Series) - Karen Kingsbury

Diposkan oleh Fhily Anastasya di 20.50 1 komentar
Title of Book: A Time to Dance & A Time to Embrace (Timeless Love #1 & #2)
Author: Karen Kingsbury
Publisher: Westbow Press
Pages: 656
1st Published: May 1st 2008
ISBN: 1595545212
Genre: Christian Fiction



Sinopsis :
A Time to Dance

John and Abby were the perfect couple. But after surviving twenty-one years of love, loss, and laughter, they are about to lose it all. They've become strangers, and finally they make the sad decision to divorce. They gather their three children to tell them the news, but before they can speak, their daughter makes an announcement of her own: she's getting married that summer. Determined not to ruin their daughter's season of happiness, Abby and John secretly agree to put their divorce plans on hold. But as the wedding nears, they are haunted by questions. And is it possible to find joy, after all these years, and perhaps the time...to dance?

A Time to Embrace

"Their whole life was a series of miracles. Can they really hope for one more? And as tragedy pulls their lives apart, can they somehow find that all-important time to embrace?"

After twenty-one years, John and Abby Reynolds are back together and feeling like newlyweds. Together they are convinced they can handle the issues of their past, the questions from their children, and even the high-school politics that drain the joy from John's coaching career. But then disaster strikes...the type of tragedy John and Abby never expected.

The squeal of brakes and the crunch of metal changes everything. Suddenly devastation tears at the heart of their family, and the depth of their existence. In the process, their children falter in their faith and guilt colors everything about the future. Fumbling for forgiveness and hoping for a miracle, John and Abby must remember what is important and cling to that above all else.

Together, they're determined to move on with their lives. but is "together" enough for a future they never expected?

Review:

“There is a time for everything, and a season for every activity under heaven: . . . a time to weep and a time to laugh, a time to mourn and a time to dance.ECCLESIASTES 3:1,4

Suka sekali dengan ayat pembukaannya. Terasa menguatkan :’)

John dan Abby adalah pasangan yang orang anggap sukses mempertahankan tali kasih pernikahan mereka. Keluarga yang ideal dengan kebahagiaan di dalam keluarga mereka. Begitulah yang terlihat orang-orang selama ini. Namun, diusia yang ke-21 tahun pernikahan John dan Abby. Mereka tertimpa badai. Membuat dasar yang mereka bangun selama ini dengan kokoh jadi goyah. Bahkan dasar spiritual yang mereka bangun selama ini juga terancam porak-poranda. Mereka harus mengevaluasi cinta mereka lagi. Bagaimana kehidupan mereka selama 21 tahun pernikahan mereka ini?

Pernikahan mereka terancam benar-benar hancur ketika satu dengan yang lainnya tidak dapat menahan nafsu dari dalam tubuh mereka. Kedatangan Charlene membuat John membuka diri untuk melakukan kesalahan dalam sebuah pernikahan, berselingkuh. Begitu pula dengan Abby membuka peluang dekat dengan seorang editor di majalahnya melalui e-mail.

Saat mereka benar-benar ingin mengambil langkah perceraian itu. Dan akan mengumumkannya pada anak-anak mereka. Anak mereka malah akan bertunangan di musim panas nanti. Membuat mereka menunda perceraian mereka. Dari situ, John dan Abby mulai saling menjauh. Acuh-tak acuh satu dengan yang lain. Mereka bukan hanya acuh tak acuh dengan diri mereka tapi juga mengabaikan bisikan-bisikan Allah. Segala apa yang Tuhan taruh pada mereka, mereka abaikan. Bahkan mereka semakin menjauh dari jalur keluarga Kristen yang sesungguhnya. Lalu bagaimanakah mereka kembali ke jalan Tuhan? Apakah mereka mampu mempertahankan gelar keluarga Kristen yang harmonis?

Ternyata masalah tak hanya sampai di situ. Ketika John dan Abby  berhasil menyelamatkan pernikahan mereka dari perceraian. Melupakan segala yang terjadi. Melupakan perselingkuhan John ataupun Abby. John yang bekerja sebagai pelatih sepak bola di Marion High School. John sangat menyayangi anak-anak didiknya. Setelah memanangkan pertandingan antar sekolah, John malah mengalami kecelakaan yang mengerikan. Membuat sebagian tubuhnya tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Mampukah mereka tetap mempertahankan keluarga mereka? Even dengan keadaan John yang seperti itu? Dapatkah mereka hidup baru sesuai dengan rencana Tuhan?

Abby pressed her cheek against John’s chest once more, savoring his closeness. Thank You, God . . . thank You for saving us from ourselves.Later that night, before she fell asleep, Abby uttered another prayer. One she’d said more often in the past few months.God, I’ve never been more in love with John. Please . . . let us have a thousand more nights like this one. Please.

***

Novel ini sebenarnya adalah Novel Dwilogi A Time to Dance and A Time to Embrace.

A Time to Dance

A Time to Embrace


Tapi kebetulan yang saya dapat bundelan dua bukunya sekaligus, ini adalah merupakan seri Timeless Love-nya Karen Kingsbury.

Dalam A Time to Dance, Karen Kingsbury benar-benar memaparkan apa yang seharusnya dilakukan keluarga Kristen dalam menghadapi masalah seperti yang dihadapi John dan Abby. Bagaimana menyelamatkan pernikahan mereka dengan cara mendengarkan Tuhan kembali.  Sedangkan dalam A Time to Embrace, Karen Kingsbury juga memaparkan bagaimana caranya hidup baru setelah badai itu menerpa dan datang lagi dengan cobaan baru. Karena dalam kehidupan pasti badai silih-berganti.
Ini adalah karya Kingsbury pertama yang saya baca :D dan saya suka dengan tulisan-tulisannya yang religious, inpiratif tapi tetap ‘ngena’ dalam kehidupan sehari-hari. Membaca kehidupan John dan Abby membuat saya teringat akan orang tua saya. Benar-benar seperti saya melihat orang tua saya di dalam sosok John dan Abby :’)
Dari dulu, saya juga sebenarnya ingin menulis christian-romance tapi gak kesampean-kesampean hehehe. Membaca ini memang sih, mengingatkan saya pada The Wedding – Nicholas Sparks karena sama-sama pernikahan yang goyah, putri yang mau menikah dan tunangan, namun cara penyajiannya tetap beda. Dan saya tetap menikmati keduanya.
Sebenarnya saya ingin membaca Even Now dulu buat karya Kingsbury tapi apa daya yang saya punya ini duluan. Dan! Well saya menyukainya. Tak tanggung-tanggung dong langsung meletakan Kingsbury sebagai salah satu Author Favorite :)

“In this world you will have trouble. But take heart! I have overcome the world” . . . “Lean not on your own understanding, in all your ways acknowledge Him, and He will make yourpaths straight . . .”

5/5 Stars :D

Rabu, 29 Mei 2013

[Review] The Other Boy - Hailey Abbott

Diposkan oleh Fhily Anastasya di 20.50 0 komentar
Title of Book: The Other Boy
Author: Hailey Abbott
Publisher: HarperTeen
Genre: Teen, Young-Adult Romance
English Novel


Sinopsis :
Maddy's Boy Pros & Cons . . .

Brian--Super cute / hangs with my friends / goes to my high school / my boyfriend!

David--Says I'm a spoiled princess / hates my friends / has amazing blue eyes / cooked me an unbelievable dinner / annoyingly irresistible!

Summer for Maddy Sinclaire starts as a blur of house parties and dips in the pool--until she's caught throwing an unauthorized beachside bash. As punishment, her parents send her off to Napa Valley, where she'll spend her free time working on the family vineyard. Even with her boyfriend, Brian, miles away, Maddy's about to discover that the vineyard is a very romantic place. It's vast, sunny, magical . . . and there's another boy just waiting to steal her heart.

Review:


“David, you’re my true love, why did we wait so long to get together? I don’t care what the world says. Let’s defy them all, my darling.” – 245 (Maddy’s mind)


A city girl, a summer’s boy, a summer holiday an unexpected summer holiday. I often read stories like that. That’s quite cliché. But I still enjoyed that.

Maddy, is a fifteen girl and soon to be high school senior after that summer. But, all the plan on a lovely summer vocation, dispersed. When, his parents sent her to the Napa Valley—her parents’ vineyard. She really hates the situation. That means, She must leave her boyfriend, Brian and friends—of course. To go a few mill away from San Francisco. It’s like HELL for Maddy. A spoiled princess.


But in Napa, isn’t as bad as she thinks. She learn a lot of things. Learn to be independent and learn about what the meaning of life and maybe love. With David, a boy with the curly blond hairs and brown eyes. Even she has a boyfriend in the city. Maddy slowly starts to fall in love with David. Especially with David characters: sweet, cute and funny. Her heart steals.

I liked that part by the way:



This is the moment, she thought. “I have something to tell you, too. When we were in the kitchen?” 
“Yeah?” 
“I really wanted you to kiss me.” 
David let out his breath audibly and grinned. 
“Really?” He sounded hopeful and disbelieving at the same time. 
“Yeah.” He looked into her eyes and lifted her chin. She took a deep breath as he tilted his head toward her and pressed his lips to hers softly. He drew his head back and looked at her face. “I’ve been wanting to do that for a long time.” 
“Me too,” Maddy whispered. She leaned toward him and turned so that she could put her arms around his shoulders. His arms wrapped around her waist and they kissed again, more deeply this time. His lips were hot and insistent. She opened her mouth and lost herself in their kiss, sending jumps and shivers all through her body. Slowly, still kissing, they slid down so that they were lying on the blanket, their bodies pressed together from shoulder to hip, their legs entwined. David kissed Maddy’s neck and she closed her eyes and let her head fall back onto the blanket. He pulled her tighter against him and they lay holding each other under the stars, listening to the lapping of the water, not saying much—but then again, not much needed to be said.—Pg. 243




Hahahaha :p

***

Although this story included the usual way because I often read stories like this. But I quite enjoyed it because this story have an easy style of language. I liked David and Maddy chemistry. It was enough to make me get into the story.

Oh ya, another one, I really love the cover, cute XD. It makes me easy to imagine the characters of Maddy and David.

Hm, but I’m very confused to put this story into what genre? Teen or Young-Adult? Hm ... fifteen years old Maddy. It’s teen right? But from the way the story feels like a young adult. Maybe both of them. Haha.
Well… 3,5 stars actually J

Senin, 27 Mei 2013

[Review] The Wedding - Nicholas Sparks

Diposkan oleh Fhily Anastasya di 19.43 1 komentar
Title of Book: The Wedding (The Notebook #2)
Author: Nicholas Sparks
Publisher: Hachette Book Group
Genre: Contemporary Romance
English Novel



Sinopsis :
After thirty years of marriage, Wilson Lewis, son-in-law of Allie and Noah Calhoun (of The Notebook), is forced to admit that the romance has gone out of his marriage. Desperate to win back his wife, Jane's, heart, he must figure out how to make her fall in love with him... again. Despite the shining example of Allie and Noah's marriage, Wilson is himself a man unable to easily express his emotions. A successful estate attorney, he has provided well for his family, but now, with his daughter's upcoming wedding, he is forced to face the fact that he and Jane have grown apart and he wonders if she even loves him anymore. Wilson is sure of one thing--his love for his wife has only deepened and intensified over the years. Now, with the memories of his in-laws' magnificent fifty-year love affair as his guide, Wilson struggles to find his way back into the heart of the woman he adores.

Did You Know?

The Wedding is a follow-up to The Notebook?

The Wedding was inspired by a few unnamed couples that Nicholas knows well?

The novel is set in the North Carolina town in which Nicholas now lives?

Review:

"For Cathy, Who made me the luckiest man alive when she agreed to be my wife." (I like it so much :* so sweet)

Menceritakan tentang kisah cinta Jane dan Wilson. Uniknya cerita ini bukan dimulai seperti kebanyakan cerita lainnya yaitu dari pertemuan mereka atau bagaimana cara memperjuangkan untuk mendapatkan cinta. Tetapi, cerita ini dimulai ketika Jane dan Wilson telah menginjak usia pernikahan yang ke-29 tahun. Dan kesalahan fatal terjadi pada Wilson. Wilson seorang pengacara yang workaholic menghabiskan lebih banyak waktu lebih banyak dikantor ketimbang bersama keluarganya. Ia telah melewatkan pertumbuhan ketiga anaknya. Dan hal kecil tapi merupakan sesuatu yang cukup fatal ia melupakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-29. Ia baru ingat ketika menemukan Jane menangis di tempat tidur. Kemudian mengucapkan "Happy Aniversarry."

Dari situ, Wilson mulai mengevaluasi pernikahan mereka yang sudah berjalan selama 29 tahun itu. Ia masih mencintai Jane tapi ia merasa bahwa Jane sudah tidak lagi mencintainya. Membuat Jane "mencintainya dulu" adalah kesalahan menurutnya. Karena ia hanya bisa menyakiti Jane dengan pernikahan yang salah selama 29 tahun ini. Maka dari itu, Wilson berencana untuk membuatnya jatuh cinta lagi padanya dengan merencanakan Ulang Tahun pernikahan yang ke-30 tahun depan. Segala macam cara dilakukannya. Dan itu tidak boleh gagal!

Disisi lain anak mereka Anna mengatakan bahwa dia akan menikah pada ulang tahun pernikahan orang tuanya nanti. Jane sangat excited dan melakukan persiapan pernikahan anaknya itu. Lalu? Bagaimana dengan rencana Wilson?

Oh ya, Jane adalah anak tertua dari Noah dan Allie. Dicerita ini juga menceritakan beberapa kilas balik bagaimana Jane dan Wilson bisa bersama. Dan saat ketika Wilson mengunjungi Noah. Kenangan Noah dan Allie menjadi acuannya kembali untuk membangun rumah tangganya. Apakah Wilson berhasil menyelamatkan pernikahannya dengan perubahan pada dirinya? Apakah dia mampu membuat Jane jatuh cinta padanya untuk yang kedua kalinya dan mampu membalas segala yang ia lewatkan selama tahun-tahun pernikahan mereka?



"But so what? I hold tight to the lessons that Noah taught me about love and keeping it alive, and even if I never become a true romantic like Noah, it doesn’t mean that I’m ever going to stop trying."



***

Lagi suka dengan bacaan tentang "cinta yang datang untuk kedua kali" setelah nonton film "The Vow" ahoy XD padahal novel ini jauh sudah ada sebelum The Vow karena pemainnya dari The Notebook (Rachel McAdams) sama dari Dear John (Channing Tatum) jadi saya nonton. Dan fix saya suka cerita yang temanya kayak gitu (Lho? Kok malah jadi cerita The Vow -___-v) Oke back to review.
Suka banget sama kata-kata pembukaannya yang dedicated For Cathy, Who made me the luckiest man alive when she agreed to be my wife." demi... baca itu saya udah terharu. Pas masuk prolog langsung berasa nyess karena sakit hatinya Jane. Bagaimana mungkin suami sendiri melupakan ulang tahun pernikahan? Damn you Wilson! Waks.
Saya sangat menikmati alur dan gaya bercerita Sparks. Itulah sebabnya mengapa Sparks menjadi penulis favorit saya. Ia selalu tahu bagaimana meracik sesuatu menjadi smooth and sweet. Sehingga sebagai pembacanya saya selalu menikmati karya-karyanya. Dari sini juga ada banyak yang bisa dipelajari jika (suatu saat) akan menikah. Tentang pasang surut sebuah pernikahan. Karena memang menjalani biduk rumah tangga itu nggak gampang.

So with all the honors, I really love this book
5/5 stars :)

Sabtu, 25 Mei 2013

[Review] Love Command: The First Fall - Janice Nathania

Diposkan oleh Fhily Anastasya di 13.14 6 komentar
Judul Buku: Love Command: The First Fall
Penulis: Janice Nathania
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 272 halaman
Genre: Teenlit
Novel Indonesia

  Sinopsis :
Wasiat sang bunda dan bros pemberian Ayi—bocah dari ingatan masa kecilnya—membawa Shilla ke Jakarta, tempat kehidupannya berubah. Siapa sangka ia malah terdampar di kediaman mewah keluarga yang kaya raya, dan akhirnya bekerja di sana? Hari-hari Shilla pun tambah berwarna berkat kakak-beradik Luzardi: Arya yang tampan dan baik hati serta selalu ada untuknya, dan Ryo yang arogan dan suka seenaknya. Belum lagi perseteruannya dengan Bianca “Queen Bi”, yang selalu menganggap Shilla saingan terberat dalam memperoleh perhatian Ryo.

Ketika mendapati lambang di rumah keluarga Luzardi serupa dengan brosnya, Shilla yakin bahwa Ayi-nya berada di sana. Namun siapa di antara kakak-beradik itu yang merupakan Ayi? Dan kini di tengah pencariannya, Shilla malah dihadapkan pada perasaan tak menentu terhadap keduanya...

***



Ashilla Rayanda seorang gadis belia tinggal di sebuah Desa sepeninggal Ibunya merantau ke Jakarta. Berbekal sebuah alamat yang ditinggalkan berserta bross pemberian Ayi—teman masa kecilnya. Awal pertama ke Jakarta ia malah terdampar di sebuah rumah milik keluarga Luzardi dan harus menerima kenyataan menjadi “Babu” di rumah seseorang yang arogan bernama Aryo atau yang biasa dipanggil Ryo. Tuan muda yang satu itu angkuh, sombong dan lain sebagainya. Apalagi first meet-nya dengan Shilla sangat buruk. Shilla menjadi “babu” karena tidak ada pilihan lain. Jadi babu atau terlantar di Jakarta. Karena ia sendiri belum mengerti kenapa ibunya memberikan alamat itu padanya.

Shilla baru saja menyadari kalau ternyata bross pemberian Ayi itu sama seperti lambang yang dikenakan oleh seluruh pembantu, bahkan seragam yang diberikan padanya. Berarti Ayi-nya ada di situ? Untuk apa Ayi di situ? Bukankah ini seperti neraka? Tinggal serumah dengan cowok arogan seperti Ryo?

Di sisi lain, ketika Deya—teman pembantunya menyuruhnya membawakan handuk kepada Tuan mudanya Shilla merasa takut. Karena akan berhadapan dengan Ryo lagi. Tapi... ternyata Shilla malah berhadapan dengan Arya sosok tuan muda yang berbanding seratus delapan puluh derajat dengan Ryo. Arya omongannya lebih halus dan terutama murah senyum.

Semakin lama di rumah keluarga Luzardi menghadapi sikap dua orang yang berbeda ini. Membuat Shilla terperangkap pada sebuah gejolak aneh. Apalagi ketika Shilla harus satu sekolah dengan Ryo (karena perkataan Arya yang katanya pembantu dibawah umur harus mengecap pendidikan itu aturan turun-temurun di keluarga Luzardi). Satu demi satu masalah mulai muncul. Apalagi ketika si Bianca yang mungkin bisa dikatakan Ryo versi wanita. Sang ‘drama queen’ dengan barang-barang bermerk mengelilingi tubuhnya. Yang memuja Ryo mati-matian tetapi selalu tidak mendapat tanggapan dari Ryo. Hadirnya Shilla membuat dia merasa terancam untuk mendapatkan Ryo!

Arya harus kembali ke Paris (karena mandat dari orang tuanya, dan orang tuanya juga tinggal di Paris) membuat Shilla dengan sebuah perasaan yang sedang tumbuh pada Arya menjadi galau. Menyadari bahwa sebentar lagi ia tidak akan melihat senyum Arya lagi. Menerima kenyataan bahwa ia harus hidup dengan wajah arogan Ryo! Siapa sangka kepergian Arya malah membuat babak baru pada Ryo dan Shilla. Sebuah momen di atas bianglala dimana Shilla menangis dalam rengkuhan Ryo untuk Arya. Menyadarkan Ryo bahwa ia memiliki perasaan lebih untuk gadis yang sedang berada di dalam rengkuhannya itu. Dan untuk pertama kalinya ada gadis lain, selain Mai—seseorang yang mengajarkannya pada “kasih” karena dia memang kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya—menyusup ke dalam hatinya.

Lalu bagaimana dengan Arya? Bagaimana dengan perasaan Shilla dan bagaimana kelanjutan perasaan Ryo pada Shilla? Dan... bagaimana jika seseorang bernama Patra datang menyusup ke kehidupan Shilla? Patra seorang teman baru bagi Shilla yang dikenalkan oleh Devta dan Ifa—teman-temannya semenjak masuk sekolah. Patra yang selalu memberikan lelucon dan pengandaian untuk Shilla. Namun diam-diam menyimpan perasaan kepada Shilla. Tapi juga yang membuat Shilla mampu menerjemahkan “Ombak dan Badai” untuknya dan Ryo.

Lalu kepada siapakah “firs fall” Shilla. Apakah Arya, Ryo, atau Patra? Atau mungkin kepada sahabat kecilnya “Ayi”?

***

Awal ceritanya sih klise seperti “Si Kaya” dan “Si Miskin”, Penolong masa kecil, Lelaki tampan disekitar yang membuat dillema, seorang gadis antagonis yang merasa dia penganggu. Katakanlah banyak novel/film/sinetron semacam itu saat ini. Kata penulisnya juga memang terinspirasi dari K-Drama BBF dan Kitchen Princess ceritanya. Jadi jangan heran jika kalian menemukan agak sedikit kemiripan. Karena udah baca versi fanfictionnya jadi udah gak ke-ikut lagi dalam tebak-tebakan siapa “Ayi” itu. Mungkin buat yang biasa baca cerita model begini bakal ketebak dari awalnya walaupun belum baca ff-nya. Hm... tapi katanya ini bakalan dijadikan trilogi yah? Karena ceritanya belum sampe setengah part versi ff-nya. Di Novel yang pertama ini Ayi belum terbongkar, Arya gak jelas nasibnya. Walaupun Ryo dan Shilla akhirnya jadian juga... tapi saya tahu itu belum eksekusinya.

Sebenarnya rada kaget juga pas ini genre-nya teenlit karakternya emang cewek yang masih tergolong teen. Tapi... ending-ending-nya yang mungkin nanti ditrilogikan ada tunangan-tunangan, dan konfliknya rada sedikit runyam kalau dikategorikan teenlit juga bahasanya “agak berat” untuk teen hmm... tapi gak tahu ding. Hehehe. Pas lihat pertama kali di GR halamannya cuman 200-an agak kaget. Secara di-blog penulisnya sampe part 35 masa cuma 200-an lembar? Saya kira triloginya bersambung pas di-ending ff itu. Jadi kehidupan setelah menikah makanya gak nyambung sama genre teenlit. Namun setelah novelnya keluar... oh. Ternyata 35 part itu dibagi menjadi 3 bagian.

Kalau menurut saya (pribadi—dan tanpa bermaksud menjatuhkan atau apa) bahasanya mungkin agak “sedikit” berat untuk kaum teen. Soalnya pada first fall ini ‘lumayan’ banyak kata-kata hiasan/hiperbola pada kalimat normal(?)—apalagi seri selanjutnya (yang saya baca juga banya kata-kata hiasan meski gak sebanyak Raksasa dari Jogja (?)). Dan saya orang yang “tidak terlalu menikmati hiperbola”—kecuali saat-saat tertentu. Jadi satu kalimat itu kadang harus saya baca dua kali untuk pemastian (atau mungkin karena otak saya sedang tidak prima). Tapi tidak apa, mungkin itu bisa jadi ciri khas penulis.

Sama seperti saya tidak begitu menyukai novel teenlit fenomenal seperti Trilogi Jingga Untuk Matahari. Saya juga sekarang sedang tidak berminat pada novel teenlit. Mungkin lebih ke penasaran dengan wujud fisik novel yang berawal dari ff ini. Makanya membaca novel yang satu ini. Apalagi penulisnya memakan waktu 2 tahun (kalau gak salah) menyelesaikan novel ini dengan tuntutan tetek-bengek dari para pembacanya tentu merasa tertekan—saya juga merasakannya #abaikan. Saya cukup menikmatinya (tapi tetap saja masih banyak pertanyaan di dalamnya)

Untuk first fall, saya suka Patra dengan segala pengandaiannya yang berbobot (?)—tapi tidak mengalahkan jagoan-jagoan “badboy” di fiksi dewasa #abaikan #nggakpenting waks. Saran aja sih buat penulisnya, kan mereka kakak-adik Arya sama Aryo. Kenapa Ryo harus dipanggil Ryo? Dan Arya gak disingkat agak ganjal sih. Ary misalnya. Supaya jadi Ary dan Ryo ;;) supaya pembaca lebih bingung menentukan Ayi sebenarnya siapa (?) *lho.

Well 3 stars ;)
1 star buat usaha penulisnya yang udah menyelesaikan novelnya karena saya tahu menyelesaikan novel itu nggak gampang + 2 stars standard bintang buat teenlit yang cukup suka :) hehehe.

Selasa, 07 Mei 2013

[Games BBI] Rapid Fire Questions

Diposkan oleh Fhily Anastasya di 06.24 0 komentar
Kemarin buka twitter eh, ada mention dari @melmarian pemilik blog Surgabukuku tentang PR Rapid Fire Question. Dan inilah 10 pertanyaan yang diberikan + 5 PR dari @melmarian. Cekidot!


Pertanyaan wajib:

1. nambah atau ngurangin timbunan?
Nambah :D saya termasuk yang suka menambah timbunan walaupun belum dibaca dan yang lain sudah dibaca berulang kali.

2. pinjam atau beli buku?
Beli buku. Selagi bisa dibeli, tapi kalau ada yang mau minjamin juga nggak pa-pa #plak

3. baca buku atau nonton film?
Baca buku, tapi nonton film juga oke.

4. beli buku online atau offline? (tobuk yg temboknya bisa disentuh)
Sebenarnya sukanya offline biar bisa bebas berkeliaran melihat buku sesuka hati (?). Tapi lebih sering online soalnya susah toko buku di sini XD. Offline khusus kalau sedang pulkam (?)

5. (penting) buku bajakan atau ori?
Ori dong.

6. gratisan atau diskonan?
Both. Yang penting dapet buku.

7. beli pre-order atau menanti dgn sabar?
Menanti dengan sabar #SampaiWaktunyaDatang (?)

8. buku asing (terjemahan) atau lokal?
Both, tapi jangan yang terjemahan ._. soalnya lain kali nggak connect (?)

9. pembatas buku penting atau biasa aja?
Penting sih, soalnya rada sering lupa sampai dimana bacanya.

10. bookmark atau bungkus chiki?
Bungkus chiki bisa buat pengganti bookmark. Tapi bookmark nggak bisa buat pengganti bungkus chiki. Tapi sayangnya bookmark lebih penting, jadi saya pilih bookmark xixixi.


Dan 5 pertanyaan tambahan dari Surgabukuku:

11. klasik atau kontemporer?
Kontemporer.

12. baca sambil dengerin musik atau nggak?
Saya lebih suka baca sepi. Karena kalau dengar musik nanti konsentrasi saya terbagi -_-“ apalagi kalau musiknya Taylor Swift/The Finest Tree ._. Fatal urusannya (?)

13. baca sambil duduk atau tiduran?
Tengkurap ._. *bad habit*

14. Twilight atau Interview with the Vampire?
Twilight.

15. pasti nonton film yang diadaptasi dari buku atau nggak?
Terkadang. Kalau saya suka baru saya nonton.


Demikian PR saya. Sebenarnya disuruh nge-tag orang lagi. Hanya saja, sepertinya saya yang paling terakhir membuat PR -_-. Dan saya bingung mau nge-tag siapa juga, jadi Postingan ini berakhir di sini saja :D
Terima Kasih telah mengetag saya kapan-kapan janji deh buat PR-nya lebih cepat hehehe.

Big hug,

[Review] Antologi Rasa - Ika Natassa

Diposkan oleh Fhily Anastasya di 05.05 0 komentar

Judul Buku: Antologi Rasa
Penulis: Ika Natassa
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 344 Halaman
Genre: Metropop



Sinopsis :
Tiga sahabat. Satu pertanyaan. What if in the person that you love, you find a best friend instead of a lover?

K e a r a

Were both just people who worry about the breaths we take, not how we breathe. How can we be so different and feel so much alike, Rul? Dan malam ini, tiga tahun setelah malam yang membuatku jatuh cinta, my dear, dan aku di sini terbaring menatap bintang-bintang di langit pekat Singapura ini, aku masih cinta, Rul. Dan kamu mungkin tidak akan pernah tahu. Three years of my wasted life loving you.

R u l y

Yang tidak gue ceritakan ke Keara adalah bahwa sampai sekarang gue merasa mungkin satu-satunya momen yang bisa mengalahkan senangnya dan leganya gue subuh itu adalah kalau suatu hari nanti gue masuk ke ruangan rumah sakit seperti ini dan Denise sedang menggendong bayi kami yang baru dia lahirkan. Yang tidak gue ceritakan ke Keara adalah rasa hangat yang terasa di dada gue waktu suster membangunkan gue subuh itu dan berkata, "Pak, istrinya sudah sadar," dan bahwa gue bahkan tidak sedikit pun berniat mengoreksi pernyataan itu. Mimpi aja terus, Rul.

H a r r i s

Senang definisi gue: elo tertawa lepas. Senang definisi elo? Mungkin gue nggak akan pernah tahu. Karena setiap gue mencoba melakukan hal-hal manis yang gue lakukan dengan perempuan-perempuan lain yang sepanjang sejarah tidak pernah gagal membuat mereka klepek-klepek, ucapan yang harus gue dengar hanya, "Harris darling, udah deh, nggak usah sok manis. Go back being the chauvinistic jerk that I love."

Thats probably as close as I can get to hearing that she loves me.

Review:



N.B: Hasil Re-read.

Bercerita tentang persahabatan empat orang Keara, Harris, Ruly dan Denise. Keempat orang itu menjadi sahabat karena sama-sama terdampar di sebuah kota di Sumatera. Keempat orang tersebut yang sama-sama banker akhirnya hidup bersama membiasakan diri satu dengan yang lain. Terlepas dari itu semua ketika mereka kembali ke Jakarta. Ternyata ada perasaan yang tumbuh satu dengan yang lainnya. Membuat mereka terperangkap dalam Cinta persegi. Harris dengan perasaan yang ia pendam pada Keara, Keara yang menyimpan perasaan pada Ruly, Ruly yang mencintai Denise walaupun Denise sudah menikah dengan Kemal. Semua menjadi rumit.
Apalagi ketika Keara akhirnya pergi ke Singapura untuk menonton F1 hanya bersama dengan Harris. Awalnya tentu saja Keara tidak mau. Tapi karena paksaan dari Harris dan tentu saja Ruly adalah alasan yang membuatnya menerima. Namun, Ruly membatalkan keberangkatannya di saat-saat terakhir. Membuat Keara akhirnya pergi hanya berdua dengan Harris. Sampai di Singapura pun hotel yang di-booking hanya menyediakan satu kamar walaupun dengan ranjang yang berbeda. Awal perjalanan mereka cukup menyenangkan. Ya... walaupun selama di Singapura Keara kurang menikmatinya, karena kepikiran tentang Ruly, Ruly dan Ruly. Apalagi mendengar Denise sakit dan Ruly yang merawatnya. Membuat bayangan Ruly yang menyuapi Denise. Menjaga Denise, membuatnya ingin menangis. Di sisi lain, Harris menahan hasratnya pada Keara. Berlagak menjadi sahabat yang selalu membuatnya tertawa. Menahan segala perasaan yang ada di hatinya. Walaupun Harris seorang lelaki PK (Penjahat Kelamin) tapi itu tidak berlaku ketika dia bersama-sama dengan Keara. Dia serasa seorang banci yang menyimpan perasaannya pada Keara. Namun... di malam terakhir, karena pengaruh minuman ketika Keara meminta Harris menciumnya, semuanya terjadi. Persahabatan pun terkhianati.
Keara kaget terbangun pagi hari di ranjang hotel dengan keadaan naked. Dengan bayangan yang terjadi di malam hari. Apalagi ketika dengan santainya Harris memanggilnya dengan ‘sayang’ dan membawakannya sarapan. Dunia seakan hancur! Sejak saat itu, dia tidak mau melihat Harris di hadapannya! Bagaimana mungkin he fucked her when her drunk?
Pulang ke Indonesia, Harris mencari berbagai cara untuk menghubungi Keara kembali. Namun Keara benar-benar tidak ingin melihat Harris.
Suatu saat, Ruly dan Keara bekerja dalam suatu team. Membuat mereka dekat. Namun, bukannya ia lebih senang karena bisa sering bertemu dengan Ruly, namun semakin melihat perasaan yang tumbuh dari dalam Ruly kepada Denise. Perasaan Ruly pada Denise yang tanpa memandang kalau Denise telah menikah. Hanya saja Denise yang buta. Lalu bagaimana jika muncul sosok Panji yang merupakan adik dari Panca, suami Dinda sahabat Keara? Sosok Panji yang sama PK-nya dengan Harris? Bagaimana jika diantara kehidupan Harris muncul seorang Karin? Bagaimana jika Ruly tetap terus menerus menyimpan perasaan pada Denise, sedangkan Denise yang walaupun tersiksa batin lebih memilih mempertahankan bersama suaminya? Baca selengkapnya dalam Antologi Rasa.

***

Harrisssssssssssss!! Come to me! Sama saya aja daripada tersiksa dengan perasaanmu pada Keara (?). Hahahaha. Suka sama Harris di sini u,u saya tipe orang yang suka sama lelaki PK dalam fiksi. Ingat cuma dalam fiksi. Dan Harris memenuhi persyaratan tipe lelaki kesukaan saya dalam fiksi hehehe. Kita bahas mulai dari karakter Keara. Cerita ini mempunyai beberapa POV, Keara merupakan heroine, Harris, Ruly terkadang juga Panji dengan porsi sedikit. Saya sih agak nggak suka dengan karakter Keara di sini. Agak gimana gitu. Keara ini adalah seorang perempuan yang done to fucked men. Now, her find to marry men. Dan hatinya jatuh pada Ruly, sahabatnya sendiri. Karena kealiman Ruly, karena ketulusan Ruly, karena kelakuan Ruly semuanya tentang Ruly yang berbeda dari pacar-pacarnya. Keara yang shopaholic, partner wine-wine solution-nya Harris—sebelum malam di Singapura itu, seorang banker yang punya prinsip menikmati hidup, dan juga seseorang yang tergila-gila dengan fotografi serta John Mayer. Dan lebih tergila-gila lagi pada seorang Ruly yang selalu menjajah pikiran dan hatinya. Ruly yang termasuk pada kategori lelaki alim namun tidak menggurui. Lelaki yang menurut pada sang bos. Lelaki yang mencintai Denise secara diam-diam juga. Yang menaruh sepenuh perhatiannya pada Denise walaupun wanita itu tidak menyadarinya. Semuanya hanya untuk Denise. Lelaki yang menyukai jenis musik melayu yang nggak banget buat Harris maupun Keara. Harris lelaki PK yang meniduri sejumlah wanita bahkan tidak dihitungnya. Kecuali satu Keara. Ia selama ini berpura-pura menjadi sahabat yang baik buat Keara. Padahal dalam hatinya menyimpan rasa pada Keara. Menemaninya ber-wine-wine solution dengan Keara. Semuanya terlibat cinta satu dengan yang lainnya. Cinta yang bertepuk sebelah tangan.
Novel ini sangat metro sekali dengan karakter dan POV yang banyak. Walaupun terkadang membuat saya bingung. Karena pergantian POV. Tapi it’s okay saya menikmatinya (baca: menunggu kapan POV Harris muncul) wkwkwk.
Well 4 stars just for Harris, wkwkwk #Kabur#

4/5 stars


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

The Montage of My Books Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review