Kamis, 21 Juni 2012

[Review] Memori - Windry Ramadhina

Diposkan oleh Fhily Anastasya di 20.38 0 komentar
Judul Buku: Memori
Penulis: Windry Ramadhina
Penerbit: GagasMedia
Tebal: 312 Halaman
Genre: Mainstream Romance
Novel Indonesia


Cinta itu egois, sayangku. Dia tak akan mau berbagi.

Dan seringnya, cinta bisa berubah jadi sesuatu yang jahat. Menyuruhmu berdusta, berkhianat, melepas hal terbaik dalam hidupmu. Kau tidak tahu sebesar apa taruhan yang sedang kau pasang atas nama cinta. Kau tidak tahu kebahagiaan siapa saja yang sedang berada di ujung tanduk saat ini.

Kau buta dan tuli karena cinta. Kau pikir kau bisa dibuatnya bahagia selamanya. 


Review:


Ah, Mae, dunia tidak sekelam yang kau perlihatkan kepadaku


Bercerita tentang seorang gadis bernama Mahoni, sekilas mendengar namanya kita pasti diingatkan pada Kayu.



Dia seorang arsitek yang bekerja di Virginia denganpartner kerjanya bernama Ron, yang ada bule nan perayu suka memanggilnya dengan nama Honey bukan Honi ataupun Mahoni. Romantic Home yang ditawarkan pada sepasang suami isteri ditolak mentah-mentah dan menginginkan desain yang biasa-biasa saja. Padahal Romantic Home adalah ide yang sangat brilliant menurutnya. Namun, Mahoni tetap keukeh dan mempertahankan pendiriannya sebagai arsitek, jika mereka tidak menginginkan rumah yang dia rancang, silahkan cari arsitek lain, dia tidak ingin harga dirinya sebagai arsitek diinjak-injak. Ya, begitulah Mahoni.Mahoni ini diceritakan sebagai 'korban' dari perceraian antara Papanya dengan Mae(ibunya). Mahoni berhenti memanggil ibunya dengan sebutan ibu semenjak dia merasa Mae kehilangan sosok keibuannya. Papanya juga yang dulu dia kagumi membuatnya patah hati dengan wanita lain dalam hidupnya. Grace. Wanita yang menjadi orang ketiga antara keluarga mereka. Mulai saat itu semuanya berubah sampai takdir membawanya ke Virginia.Namun kembali lagi takdir membawanya kembali ke Indonesia karena sebuah tragedi yang merenggut nyawa Papanya dan Grace. Rencananya hanya dua hari, namun siapa sangka bocah berumur 16 tahun, yang adalah adik tirinya, Sigi. Yang sejujurnya dia iri terhadap anak itu, karena artinya Kayu Damar yang merupakan kayu Favorit ayahnya. Berhasil mengubah rencana tersebut.Mahoni diminta omnya untuk tetap tinggal hanya untuk dua bulan. Tentu saja pada awalnya Mahoni menolaknya mentah-mentah. Itu artinya dia harus meninggalkan karirnya di Virginia yang sudah dia gapai dengan sulitnya. Tapi, akhirnya takdir menentukan untuk Mahoni tetap tinggal untuk dua bulan.Pertemuannya dengan Simon kembali setelah beberapa tahun. Ketika dengan tidak sengaja dia masuk ke sebuah restoran dan tertarik dengan arsitekturnya. Siapa lagi yang merancang kalau bukan Simon Marganda.Tawaran bekerja sama pun hinggap pada Mahoni di MOSS. Bersama Sofia yang adalah kekasih Simon, Mahoni menerima tawaran tersebut.Proyek awal Mahoni adalah membuat rumah dengan desain mediteran, tetapi Mahoni malah membuat Posmo sehingga proyek mereka gagal. Dan keras kepala Mahoni, seperti kejadian dahulu pada Romantic Home-nya Mahoni tetap keukeh mempertahankan Posmo-nya.Simon emosi kepada Mahoni karena tidak mau mendengarkannya, padahal dia sudah menyuruh Mahoni membuat dua desain.Mahoni memutuskan untuk mundur dari MOSS, dan merasa Jakarta tidak menarik kembali. Namun, Sofia menghubunginya kembali dan menawarkan kerja sama membuat desain untuk Cavila.Mulai dari situ keadaannya dengan Simon membaik lagi.Sampai terungkap hubungan Simon dan dirinya di masa lalu... Membuat dia harus merasakan kembali momen Godiva... Dan membuat Sofia-Simon-Mahoni berada sama seperti keadaan Mae-Papanya-Grace... Bukan, dia bukan sebagai Mae tapi sebagai Grace... Hingga dia tahu betapa tidak enaknya berada di posisi Grace... Apa hubungan Simon dan Mahoni di masa lalu? Apa yang selanjutnya terjadi? Silahkan baca Memori.

***




Well, beli novel ini karena melihat ratting goodreads bagus. Jadi saya tertarik membelinya. Setelah membaca semuanya saya lebih setuju kalau novel ini tetap memakai judul pertamanya yaitu Home. Membaca novel ini kita disuguhkan sejumlah pengetahuan tentang dunia arsitektur. Saya memang buta terhadap arsitektur ._. jadi big thanks jadi nambah pengetahuan hehehehe.Saya terkadang agak gimana gitu dengan sikap Mahoni yang keras kepala. Tapi, yah begitulah karakter Mahoni. Herannya, sikap keras kepalanya tidak bisa diterapkan saat dia di minta tetap tinggal. Hohoho. Dia dikalahkan oleh bocah bernama Sigi.Kadang agak mubazir dengan adanya Ron di awal ._. saya kira konfliknya bakal dengan Ron ternyata eh ternyata dengan Sofia ._.Tapi suka sama sikapnya Sofia two thumbs up.Maenya Mahoni juga seperti nggak dewasa-dewasa yah. Udah tua tapi galau terus. Kasihan. :O /plak.Kalau Simon, ya... lumayan-lah, masuk kategori warm :p *kabooor. Tapi tetap sweetkok. Apalagi di momen Godiva. Hehehehe.Lucu pas Simon bilang "Sial, aku dikalahkan bocah ingusan," hahahaha (?).





4 of 5 stars :)

Selasa, 19 Juni 2012

[Review] Lullaby - Rina Suryakusuma

Diposkan oleh Fhily Anastasya di 02.10 0 komentar
Judul Buku: Lullaby
Penulis: Rina Suryakusuma
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 240 halaman
Genre: Romance (Amore)
Novel Indonesia



Audy dan Rosalind memang dua gadis kembar, tapi Audy selalu merasa semua orang dalam keluarganya terlalu mengistimewakan dirinya dan mengasingkan Rosalind. Audy yakin ini semua karena kelainan jantung yang dideritanya. Bahkan hingga mereka dewasa, dan Audy menemukan pria impiannya, Rosalind tetap harus puas dengan sisa kasih yang terbelah, dan perasaan disisihkan sepanjang hidupnya.


Bersama Mardinanto Nolan, lelaki yang teramat mencintainya, Audy mengenal kebahagiaan yang tak pernah terpikir akan bisa dirasakannya. Namun Audy tak ingin Rosalind menderita karena dirinya. Ia ingin Rosalind juga merasakan kebahagiaan seperti dirinya. Dan ketika Audy diharuskan memilih antara pria impiannya atau saudari kembarnya, rahasia kelam yang mengungkung hidup Audy akhirnya terkuak.

***

Review:




Pada awal part bercerita tentang dua saudara kembar Audytha Amarilis Capelle dan Rosalind Alexandra Capelle. Dua saudara kembar yang sifatnya bertolak belakang. Audy yang easy going, dan Rose yang gemar menyendiri. Rose lebih suka di kamar dan menyelesaikan lukisannya. Audy yang bekerja membuat pergaulannya luas.
Audy yang merasa lebih diperhatikan dibandingkan Rose karena penyakit jantungnya. Dia merasa kalau saudara kembarnya itu sering disisihkan oleh keluarganya. Semua keluarganya. Padahal Rose selalu ada untuk Audy. Dia yang setia menjadi teman Audy berbagi.
Ada juga Mardinanto Albert Nolan alias Mardi. Teman kantor Audy yang menaruh hati padanya. Mereka berkenalan sejak tiga tahun dan semenjak itulah Mardi mengalami penolakan 4 kali oleh Audy. Padahal Audy punya perasaan yang sama dengan Mardi. Alasannya tidak lain dan tidak bukan karena Rose!
Keganjalan demi keganjalan yang memang dari awal cerita ini ternyata ada --dan saya baru menyadari di part-part sebelum fix itu-- baru sadar!
Tetapi Mardi tetap keukeh mempertahankan bahwa dia cinta pada Ami (nama panggilan khusus untuk membedakan Mardi yang dipanggil Di, jika dia ikut memanggil Audy maka akan berbunyi sama Di dan Dy, jadi dia memanggil dengan nama tengahnya Audy Amirilis, Ami) dia akan menunggu sampai kapanpun.
Audy menginginkan kebahagiaan yang sama hinggap pada Rose. Mempunyai pasangan juga. Mempunyai seseorang yang mencintainya.
Dan sepertinya Tuhan mengabulkannya saat mereka kembali ke rumah orang tua mereka di Bandung. Rose bertemu seseorang yang bisa membuatnya tersenyum, setelah pertengkarannya dengan Audy. Dan dia Armant.
Audy sangat senang sekali kalau Rose bertemu Armant berarti dia dan Mardi bisa menyatukan cinta mereka.
Adalah dr. Saptaji, yang menjadi dokter Audy sejak kecil. Dengan dokter ini Audy bisa berbagi dan bercerita panjang lebar tentang saudarinya yang sepertinya sedang jatuh cinta.
Dari situlah dokter mengatakan jika Rose menemukan seorang yang di cintainya. Audy harus merelakan Rose untuk tinggal di Bandung. Di sisi lain Audy juga berpikir bagaimana Rose tinggal di Bandung? Berarti dia akan jauh dari Rose? Dan bukannya ayah dan ibunya bersikap dingin pada Rose?
Namun dokter Saptaji berusaha meyakinkannya.
Dan benar saja Rose meminta untuk tinggal awalnya Audy tidak menyetujuinya. Tapi setelah pembicaraan yang cukup sengit Audy pun menyetujui. Saat hendak mengatakan itu pada ibunya. Ibunya pun jatuh pingsan!
Semenjak itu keganjalan demi keganjalan mulai terkuak sampai kejadian di Jakarta Audy pingsan dan masuk rumah sakit!
Menyebabkan Mardi yang tidak mau penantiannya sia-sia mengatakan kebenaran pada Audy! Kebenaran seperti apakah itu? Baca selengkapnya di Lullaby

##

Padahal saya sudah merasakan nyeseknya jadi anak yang tersisih seperti Rose! Eh ternyata :x

Aaaaaaaa suka banget sama buku ini :) banget-bangetan... Aaaaaaa suka banget sama Mardinanto Nolan :') kapan saya ketemu Mardinanto Nolan lain di kehidupan nyata saya? :O


Suka sekali sama karakternya Mardi, sweetest!
Lihat saja ini:

Ya Tuhan, ia bisa melihat cinta di sorot mata Mardi. Cinta yang sama, yang berbalut kesabaran dan pengertian. Cinta yang tidak akan menyerah. Cinta yang penuh perjuangan dan tekad. (Pandangan Audy tentang Mardi hal (33)


“Bagaimana cara kamu bilang pada matahari supaya dia jangan terbit lagi?,”
“Mm...” Audy gelagapan, berpikir keras.
“Bagaimana cara kau bilang pada orang yang mencintaimu sepenuh hati, supaya dia tidak usah kuatir lagi padamu?,” sambung Mardi, tak ingi disela. (Percakapan Mardi dan Audy hal 22)


“Audytha Amarilis Capelle, aku cinta padamu. Dan aku akan menunggumu sampai kau siap. Tidak peduli sakit jantung atau tidak, Rose atau siapapun yang membuatmu bimbang akan tetap menunggumu.”


“Ami, aku cinta padamu,” Mardi mengulang kata-katanya dengan lembut. “Dan cinta itu tak berubah, bahkan jika aku berharap demikian. Karena memang semua akan lebih mudah jika cinta ini hilang, Mi. Tapi sekali lagi, tidak semudah itu. Aku sadar, biarpun jalan kita sulit dan berliku, penuh tanjakan dan tikungan, tapi aku tetap memilih untuk melewati semua ini bersamamu.”


Aaaaaa sekali lagi... Adegan lamaran selain A Walk to Remember kesukaan saya. Ini favorite yang lain jugaaaa aaaaa...

Dan Audy tidak tahu bagaimana awal mulanya, yang jelas kini cincin itu telah melingkar sempurna. Cincin yang dulu ia tolak sejak entah kapan. Cincin emas putih bertahtakan permata indah di atasnya.
Mardi menyelipkan selembar kertas tebal bernuansa peach dengan setangkai mawar merah tua terikat di kertas tersebut dalam genggaman tangannya.
Audy menunduk, membaca sebait puisi yang tercantum di sana. Matanya berkaca bibirnya tersenyum.
“Jalan di depan kita tidak akan selalu lurus dan mudah, Mi. Namu bersamamu, aku mau menemupuh risiko itu.” Mardi mengecup kening Audy lembut. “You know, I fell so lucky to have you the best woman ever, to accompany me in this rough journey of life. Yes, I am so lucky. Amarilis, will you marry me?”
Dan kali ini, tidak ada kerguan lagi.
Tanpa perlu Audy menjawabnya, Mardi sudah tahu apa jawabannya. Ia bisa melihat dengan jelas sinar yang membias di mata gadis itu.
Mardi memeluk Audy erat, mendekap wajah gadis yang ia cintai di dadanya yang bidang, merasakan detak jantung mereka menyatu dan berpacu cepat.
Dalam keadaan itu Audy tahu, ia telah menemukan pelabuhan hati tempat bersauh untuk selamanya.
I know miracles do come true, the moment I lay my eyes on you.
So beautiful, that love as shown us in a special way...
Puisi Mardi untuk Audy:
I know I will always love you
And there won't be another like you do
I want to spend my whole life through
With you beside me till old we grew
Years will pass us by, decades too
But my love for you will always stay true
I am not sure, whether you would want to
But I'll ask anyway, “Marry me, will you?”
P.S I do love you, Amarilis
Marry me?
Love, Mardinanto Albert Nolan 



Oh May Gattttt!!! Sweet kuadraaaat aaaaaaaaAaaaaaaaaa (?) *gila ._.v

Yeaaahh...

Saya juga suka karena di sini ada mengajarkan nilai religius :)
»Kasih Agape. Kasih yang hanya tahu memberi.
»One thing at the time (?) *lho
»Dalam kepercayaannya, orang yang meninggal sudah tidak mendapat tempat di dunia. Dan lagi Audy percaya, seperti kata ibunya, Rose sudah tenteram di rumah Bapa di surga. Ia yang tertinggal di dunia, ia yang masih berjuang.

Kata2 yang tidak seharusnya memakai (-)
Se-perti (hal 1)
Ka-lau (hal 18)
Bi-lang (hal 24)
Terlin-dung (hal 69)
Na-manya (hal 85)
Dll.

Quotes:

“Tidak semua yang kau inginkan bisa kau dapatkan” (hal 17)

“Yah, kadang aneh bagaimana hidup bisa membawamu ke jalinan cerita yang tak pernah kau tebak sebelumya. Jalinan yang tak pernah kau duga ada. Tahu-tahu kau sudah ada di tempat ini, bersama orang yang kemarin asing bagimu. Dan kamu merasa bahagia” (hal 101)

“Tawa adalah obat paling manjur untuk kesedihan” (hal 118)

“Cinta yang tulis ialah terapi paling sempurna untuk semua sakit dan duka” (hal 118)

“Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik” (hal 130)

“When you lost one thing, you'll find another for sure” (hal 231)


The favorite! Recommended!



Sabtu, 25 Februari 2012

[Review] Dear John - Nicholas Sparks

Diposkan oleh Fhily Anastasya di 21.11 0 komentar
Title of Book: Dear John
Author: Nicholas Sparks
Publisher: Warner Books
Pages: 276
Genre: ChikLit, Young-Adult
English Novel


An angry rebel, John dropped out of school and enlisted in the Army, not knowing what else to do with his life--until he meets the girl of his dreams, Savannah. Their mutual attraction quickly grows into the kind of love that leaves Savannah waiting for John to finish his tour of duty, and John wanting to settle down with the woman who has captured his heart. But 9/11 changes everything. John feels it is his duty to re-enlist. And sadly, the long separation finds Savannah falling in love with someone else. "Dear John," the letter read...and with those two words, a heart was broken and two lives were changed forever. Returning home, John must come to grips with the fact that Savannah, now married, is still his true love—and face the hardest decision of his life. 


*****


My review:

[Spoiler Alerts]

But instead I stay where I am and stare up at the moon as well. And for the briefest instant, it almost feels like we're together again.


Always loved Nicholas Sparks's books :*

Told about John Tyree, as usual Nicholas Sparks's books always told us about natural beauty of character's region. John and her father was as different as two people could possibly be. so many differences between them. This story rolled until John in university. He left college and chose to joined the American army. He got a job in Germany.One day, he got a summer vacation and met with Savannah Curtis. They decided to build relationship. Long distance relathionship became a true love. Savannah was willing to waited John. John was faced with two choices, country or love? Until John returned to his hometown, and must faced the harsh reality.

It was strange, but as much as I loved her and remembered our time together, I found that as summer turned to autumn, then changed again to winter


I love you, not just for now, but for always, and I dream of the day that you'll take me in your arms again.


I slipped my hand into hers knowing that I loved her not only more than the last time I'd seen her, but more than I would ever love anyone.


and this is the letter Savannah has wrote to John. Which is the core of the story or the origin of the title.


Dear John,




I'm writing this letter at the kitchen table, and I'm struggling because I don't know how to say what I'm about to tell you. Part of me wishes that you were here with me so I could do this in person, but we both know that's impossible. So here I am, groping for words with tears on my cheeks and hoping that you'll somehow forgive me for what I'm about to write.




I know this is a terrible time for you. I try not to think about the war, but I can't escape the images, and I'm scared all the time. I watch the news and scour newspapers, knowing you're in the midst of all of it, trying to find out where you are and what you're going through. I pray every night that you'll make it home safely, and 1 always will. You and 1 shared something wonderful, and I never want you to forget that. Nor do I want you to believe that you didn't mean as much to me as I did to you. You're rare and beautiful, John. I fell in love with you, but more than that, meeting you made me realize what true love really means. For the past two and a half years, I've been staring at every full moon and remembering everything we've been through together. I remember how talking to you that first night felt like coming home, and I remember the night we made love .I'll always be glad that you and I shared ourselves like that. To me, it means that our souls will be linked together forever.




There's so much more, too. When I close my eyes, I see your face; when I walk, it's almost as if I can feel your hand in mine. Those things are still real to me, but where they once brought comfort, now they leave me with an ache. I understood your reason for staying in the army, and I respected your decision. I still do, but we both know our relationship changed after that. We changed, and in your heart, 1 think you realized it, too. Maybe the time apart was too much, maybe it was just our different worlds. 1 don't know. Every time we fought I hated myself for it. Somehow, even though we still loved each other, we lost that magical bond that kept us together.




I know that sounds like an excuse, but please believe me when I say that I didn't mean to fall in love with someone else. If I don't really understand how it happened, how can you? I don't expect you to, but because of all we've been through, I just can't continue lying to you. Lying would diminish everything we've shared, and I don't want to do that, even though I know you will feel betrayed. I'll understand if you never want to talk to me again, just as I'll understand if you tell me that you hate me. Part of me hates me, too. Writing this letter forces me to acknowledge that, and when I look in the mirror, I know I'm looking at someone who isn't sure she deserves to be loved at all. I mean that.




Even though you may not want to hear it, I want you to know that you'll always be a part of me. In our time together, you claimed a special place in my heart, one I'll carry with me forever and that no one can ever replace. You're a hero and a gentleman, you're kind and honest, but more than that, you're the first man I ever truly haved. And no matter what the future brings, you always will be, and I know that my life is better for it.




I'm so sorry,
Savannah


So sad in this section:

"I love you, Savannah, and I always will,” I breathed. "You're the best thing that's ever happened to me. You were my best friend and my lover, and I don't regret a single moment of it. You made me feel alive again, and most of all, you gave me my father. I'll never forget you for that. You're always going to be the very best part of me. I'm sorry it has to be this way, but I have to leave, and you have to see your husband." 

Hiks John oh John!


I sold the collection because I finally understood what true love really meant. Tim had told me—and shown me—that love meant that you care for another person's happiness more than your own, no matter how painful the choices you face might be. I'd left Tim's hospital room knowing that he'd been right. But doing the right thing wasn't easy. These days, I lead my life feeling that something is missing that I somehow need to make my life complete. I know that my feeling about Savannah will never change, and I know I will always wonder about the choice I made.

[Review] Stupid Cupid (Salah Sasaran) - Arabella Weir

Diposkan oleh Fhily Anastasya di 06.40 0 komentar
Judul Buku: Stupid Cupid (Salah Sasaran)
Penulis: Arabella Weir
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 368
Genre: ChikLit
Novel Terjemahan


Gaun pengantin. Cek. Bunga untuk dekorasi. Cek. Fotografer. Cek. Gedung pernikahan. Cek. Katering. Cek. Mempelai pria? Ups. 

Enam minggu sebelum hari pernikahan mereka, Jimmy Mack mencampakkan Hat Grant. Bukannya menerima kenyataan tersebut, Hat malah memutuskan untuk tetap melanjutkan persiapan pesta pernikahan. Berbagai cara ia tempuh demi mendapatkan Jimmy kembali, berpura-pura tangannya akan diamputasi, merebus boneka-boneka kelinci di flat Jimmy, bahkan mengenakan pakaian seksi untuk menggoda sang mantan. Namun semua tak membuahkan hasil, sementara waktu terus berjalan. 

Hat pun semakin senewen ketika keluarganya ingin bertemu sang tunangan. Ia lalu memutuskan menggaet pria lain sebagai tunangan palsu untuk diperkenalkan pada keluarganya sampai yang asli benar-benar muncul, tapi malah semakin terbelit masalah yang ia timbulkan sendiri. Benarkah Hat sungguh-sungguh ingin menikah atau ia hanya ingin sebuah pesta pernikahan?

*****
My review:


Kau tahu apa masalahmu? kau tak bisa melihat hutan dari pohonnya


Bercerita tentang Harriet Grant atau Hat, seorang tukang kebun dan petugas pengawas tanaman kantor, 33 tahun yang dicampakan 6 minggu sebelum pernikahannya dengan James Mackenzie atau Jimmy, membatalkan semua rencana pernikahan mereka. Tapi Hat tetap saja ngotot melanjutkan pernikahannya walaupun tanpa mempelai pria? :O, persiapan demi persiapan dia lakukan sendirian bahkan dia ngotot ingin melakukan gladi resik di Gereja meski tanpa calon suami. Temannya sudah memperingatkannya tentang semua itu, tapi dasar hat keras kepala dia tetap saja tak mau mendengar. Berbagai cara ia tempuh agar Jimmy mau menikahinya dan merubah pikirannya, namun kurang berhasil. Sedangkan keluarganya sudah meminta Hat untuk bertemu Tunangannya. Kemudian datang Sam, seseorang yang sudah menikah dengan Gloria hanya sebuah skandal, padahal Gloria adalah seorang aktivis Gay dan Lesbian. Sedangkan, Sam malah jatuh cinta pada Hat sejak pertama kali mereka bertemu. Konflik inilah yang terjadi disini.
Sebenarnya Hat ingin benar-benar memiliki Jimmy karena mencintainya, ataukah yang dia inginkan hanya sebuah pesta pernikahan? 

* * *

Sebenarnya buku ini lumayan bagus, cuma entah mengapa saya bored membaca bab-bab awal buku ini, mungkin masalah saya tak bisa mencerna dengan baik novel terjemahan khususnya pada genre Chicklit seperti ini. Sebenarnya konfliknya juga oke, tapi entah kenapa dalam bagian novel ini saya hanya suka pada bagian-bagian akhir, apalagi kalimat yang saya tulis untuk pembuka review ini. Yah begitulah, makanya bintang dua cukuplah untuk novel ini.

[Review] Miss Pesimis - aliaZalea

Diposkan oleh Fhily Anastasya di 05.56 0 komentar
Judul Buku: Miss Pesimis
Penulis: aliaZalea
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 272
Genre: Metropop
Novel Indonesia


Bertahun-tahun Adriana Amandira memendam cinta pada Baron tanpa berani memperlihatkannya, karena mengira dia bukan tipe wanita yang disukai lelaki itu. Sepuluh tahun kemudian, ketika sudah sama-sama dewasa dan sukses, kenyataan berkata lain dan kesempatan terbuka untuknya untuk memiliki kebersamaan mereka. 

Namun ketika Baron melamarnya, Adriana bimbang. Jika ia menerima pinangan lelaki itu, berarti dia akan melukai hati Oli, tunangan Baron yang juga teman mereka. 

Adriana merasa frustrasi, patah hati. Untuk melupakan Baron, dia lalu memutuskan untuk melakukan perbuatan gila-gilaan yang belum pernah dilakukannya selama hidup, dan bukan khas dirinya. Salah satunya, dia ingin sekali berkencan dengan seseorang, sembarang lelaki, siapa pun dia. Dan Adriana tak mengira, bahwa yang datang menyambut tawarannya adalah sahabatnya sendiri....

*****

My review:

[Spoiler Alerts]


Bercerita tentang Adriana Amandira atau Adri atau Didi, berusia 30 tahun masih single tanpa prospek suami kedepan, masih perawan dan cinta mati sama temannya sejak SMP, Baron. Didi sewaktu SMP masuk dalam kelompok anak-anak yang kurang populer sedangkan Baron masuk dalam kelompok anak-anak yang populer itu yang membuat Didi ‘pesimis’ bisa mendapatkan Baron. Didi adalah anak yang pintar, IQ nya diatas rata-rata, dulu dia menyesal membuang masa mudanya hanya untuk menjadi anak yang seperti itu, dia merasa seperti membuang masa mudanya.
Dia juga mencoba melupakan Baron, sehingga dia lari ke Amerika disana dia juga berusaha melupakan Baron dengan berpacaran dengan Vincent, tapi akhirnya tetap saja dia tak bisa berhenti memikirkan Baron dan tentu saja dia menyakiti hati Vincent.
Didi kembali ke Indonesia, kemudian bekerja Good life, disana dia bertemu dengan Ervin, cowok yang tampangnya seperti Dewa Yunani itu akhirnya berteman dengan Didi. Dia tampak sangat perhatian kepada Didi apalagi ketika perjalanan ke Cincinnati, berbeda dengan pertama kalinya Didi bertemu Ervin di lift, dia sangat tampak Jutek.
Banyak kejadian menarik yang dilewati Didi bersama Ervin sebelum Baron datang kembali dalam hidupnya. Baron datang sebagai Thomas teman Ervin, dan Baron juga datang sebagai tunangan Olivia, teman Didi sewaktu SMP.
Membuat sebuah konflik antara Ervin versus Baron.
Didi juga baru tahu kenyataan bahwa Baron juga cinta terhadap dirinya semenjak SMP, dan dia coba untuk move on segala sesuatu tentang Didi setelah kepergian Didi ke Amerika.
Baron membuat Didi kembali berharap karena sikapnya, yang melamar Didi tapi Didi ingat Baron punya Olivia, calon isterinya yang sebenarnya bukan Didi dan dia menolaknya.
Didipun patah hati, disaat-saat seperti itu Ervinlah yang selalu ada buat Didi. Mulai dari rencanaya untuk Get real drunk and start making out with some random guy.
Tapi semuanya itu gagal dalam usahanya waktu liburan di Lembang karena dia di jaga Ervin dan ‘watch dogs’. Meskipun tadi sempat ‘sedikit’ get real drunk. Tapi dia belum berhasil start making out with some random guy. Dan akhirnya Didi mendapat tawaran untuk make-out bareng…… hmmmm… titiktitik… :p setelah usaha yang pertama melupakan baron dengan dirty little secretnya dia anggap berhasil, sekarang rencana yang kedua yaitu have a one night stand before the New Year masalahnya Didi masih perawan dan menganut ‘no sex before marriage’ bisa merencanakan hal seperti itu… hanya karena ingin melupakan cowok? :O owwhhh… rencana itu lagi-lagi gagal ketika dia ke bar dan mencoba berdansa dengan pria-pria yang ada disitu. Sama seperti ketika melakukan langkah pertamanya, langkah kedua Didi juga mendapat tawaran dari…. Hmm… titiktitik :p and then…. Saya sudah terlalu spoiler…. Jadi sampe sini aja yaaa…. /plak… ._.v yang pasti ada rencana terakhir juga :O

---------------------------------

Suka banget pas pembicaraan antara Mbak Tita sama Didi… kenapa kisah Didi jadi mirip kisah saya disini huaaaaa *mojok*…

Gue bosan sama hidup gue yang itu-itu saja. Dari gue SD, yang gue tahu Cuma sekolah sama kerja, mencoba untuk jadi murid terbaik, anak terbaik, adik terbaik, pokoknya segala sesuatu yang terbaik. Semua itu gue kerjakan supaya gue nggak ngecewain lo, Bapak, dan Ibu.
Wajah kakakku terlihat sedih mendengar itu, tapi dia tidak mencoba memotongku.
Gue nggak pernah bisa menikmati masa-masa ABG gue karena terlalu sibuk mikirin nilai. Semua itu gue bela-belain sampai gue nggak punya social life. Waktu semua orang mulai pada pacaran, lo tahu gue ada di mana? Di perpustakaan... belajar. Gue nggak pernah ada kesempatan untuk benar-benar merasakan apa itu fall in love,” lanjutku.
“Siapa bilang kamu nggak pernah jatuh cinta. Kamu dilamar sama Vincent, kan?”
“Yang kemudian gue tolak? Kebayang nggak sih.... dua kali gue dilamar orang, satu kali sama laki-laki yang memang gue nggak cinta dan satu kali lagi sama lakilaki yang gue „sangka gue cinta. Tapi buntutnya gue tolak dua-duanya,” jelasku lalu duduk kembali di sofa.
Kakakku membuka mulut untuk mengatakan sesuatu, tapi tidak jadi dan menutup mulutnya kembali.
“Gue kerja kayak orang kesetanan, maksudnya supaya orang bisa bilang gue sukses. Tapi gue nggak bisa share sama orang lain kesuksesan gue itu. Gue nggak punya suami, nggak ada anak, nggak punya love life. Waktu di Lembang gue sadar selama ini gue mengidentifikasi diri gue dengan segala sesuatu yang ada di sekeliling gue. Tapi gue sendiri nggak pernah tahu siapa gue di luar itu. Gue bahkan nggak tahu apa yang gue mau,” lanjutku.
Kakakku berlutut di hadapanku dan mencoba berbicara sepelan mungkin.
“Kamu ini adikku yang paling pintar, paling baik, paling berbakat, paling punya potensi untuk sukses. Kamu punya kerjaan bagus yang kamu suka...”
Aku potong kalimat kakakku, “Tapi itu bukan yang gue mau, Mbak... itu semua gue kerjakan hanya untuk memenuhi kebutuhan duniawi, tapi gue ngerasa kosong, dan gue baru sadar kekosongan itu nggak akan bisa diisi sama segala sesuatu yang sifatnya material. Kekosongan itu harus diisi dengan... cinta.”Aku merasakan mataku mulai panas. Aku siap menangis.
“Kamu dicintai sama gue, Ibu, Bapak, keluarga besar kita, Ina, sobat-sobat kamu....”
“Ya memang cinta, tapi gue mau cinta dalam bentuk lainnya. Suatu bentuk cinta yang selama ini ada di kamus gue, tapi dengan definisi yang salah. Gue pikir gue cinta sama seorang laki-laki selama lima belas tahun (me: 5 tahun) tapi sekarang gue sadar gue nggak cinta sama dia. Separo hidup gue sudah habis hanya untuk menunggu cinta orang itu. Gue sudah salah perhitungan.”
Aku menarik napas panjang sebelum melanjutkan, “Sekarang gue sudah mengerti bahwa bentuk cinta yang gue mau berarti pengorbanan, bukan permintaan. Cinta itu harus diberi dengan rela dan terbuka. 

Yak, kata-kata yang di bold itu saya banget… huaaaaaa…

Endingnya sih ketebak… tapi, ceritanya lumayan ‘ngena’ terutama ke real love saya without drunk, one night stand, sex before marriage and pregnant… hehehe…
Cuma disini anehnya saja, Karakter Didi terlihat ‘labil’ kalau dia seorang yang lulusan psikologi, seharusnya dia lebih bisa mengontrol dirinya ketika patah hati dari Baron bukan dengan cara dirty little secretnya… namanya juga miss pesimis (?)
Well, it just a story… ya itu imajinasi penulisnya… saya cuma pembaca yang menikmati tulisannya.

3 dari 5 bintang  I like this novel….

Jumat, 24 Februari 2012

[Review] A Walk to Remember (Kan Kukenang Selalu) - Nicholas Sparks

Diposkan oleh Fhily Anastasya di 01.48 2 komentar
Judul Buku: A Walk to Remember (Kan Kukenang Selalu)
Penulis: Nicholas Sparks
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 254
Genre: ChikLit, Young-Adult
Novel Terjemahan


Sewaktu berusia tujuh belas tahun, hidup Landon Carter berubah selamanya. Dan semua karena Jamie Sullivan… 

Jika cinta bisa memilih, Landon tentu tidak akan memilih untuk jatuh cinta pada Jamie. Gadis yang selalu membawa Alkitab ke sekolah, menyelamatkan binatang yang terluka, menjadi relawan di panti asuhan... gadis yang suci dan memiliki hati bak malaikat. Tak ada yang pernah mengajak Jamie kencan, dan Landon pun tidak pernah bermimpi untuk berkencan dengannya. 

Sampai takdir menentukan lain... dan mengubah hidup Landon selama-lamanya.

******

My review:

Gatal banget buat me-review Novel versi terjemahannya :) hehehe ._. setelah me-review versi Englisnya disini dan saya masih terkesima dengan novel yang satu ini. Dan review yang ini [Total Spoiler Alerts]


"Aku sedang jatuh cinta, dan perasaan itu bahkan lebih indah daripada yang pernah kubayangkan sebelumnya."


Damn, I love this book so much


Baca dua bahasa inggris dan indonesia tidak mengurangi kekaguman saya terhadap buku yang satu ini. Dan karena buku ini juga saya memutuskan Nicholas Sparks sebagai author favorite saya :3

Ceritanya sebenarnya kalau mau dilihat biasa saja seperti cerita-cerita romance pada umumnya, seorang gadis cupu dengan seorang lelaki bandel saling jatuh cinta, namun sang gadis mengidap penyakit dan meninggal. Tamat.

Oke, Cerita ini tidak hanya memuat tentang itu, Cerita ini berdasarkan sudut pandang tokoh cerita lelaki yaitu Landon Carter yang tinggal di Beaufort, North Carolina, yang terletak di pesisir dekat Morehead City. Mengambil setting waktu pada tahun 1958. Pada part awal Landon menceritakan tentang daerah tempat tinggalnya tersebut termasuk seorang pendeta yang bernama Hegbert, keluarganya dan pendeta itu sangat tidak akrab bahkan saling menyinggung, dan pendeta itu mempunyai anak bernama Jamie Sullivan, Gadis yang rambutnya selalu dikuncir dan selalu membawa Alkitab kemanapun dia pergi. Dia juga teman sekelas Landon di Beaufort High School.
Panjang cerita yang menuturkan bagaimana kisah Landon dan Jamie mulai akrab, dimulai dari Landon mengajak Jamie untuk acara sekolah homecoming karena tak ada lagi gadis yang bisa menjadi pasangan Landon.
Saya suka cara Jamie bercanda.
“Aku mau pergi denganmu,” kata Jamie akhirnya, “dengan satu syarat.”
Aku menguatkan diri, sambil berharap syaratnya tidak terlalu berat.
“Ya?”
“Kau harus berjanji bahwa kau tidak akan jatuh cinta padaku.”
Awalnya saya mengira cerita ini, bakal kesinetronan nanti dipesta Jamie bakal berubah jadi gadis Cantik dan Landon terpesona namun ternyata tidak Jamie tetap dengan gaya ciri khasnya sendiri. :) dan saya suka itu.

Lalu sampai ketika Landon ikut bergabung untuk pertunjukan drama, membantu Jamie menyukseskan drama yang ditulis ayahnya, meski diejek-ejek tetapi Landon selalu meyakinkan pada dirinya kalau dia berbuat sesuatu yang benar dan disana Landon berperan sebagai Tom Thornton dan Jamie sebagai Malaikat, dari sinilah Landon pertama kali terkagum-kagum dengan kecantikan alami Jamie.

Dan setelah itu Jamie terus mengajarkan pada Landon tentang melakukan sesuatu yang benar

Salah satu adegan favorite saya, yang menurut saya sangat romantis tapi tidak berlebihan alias romantis alami :3 adalah saat dibawah pohon natal dipanti asuhan:
Aku melirik ke arahnya. Dengan cahaya lampu yang menyinari wajahnya, ia tampak sama cantiknya dengan setiap orang yang pernah kulihat.
“Aku membelikan sesuatu untukmu,” kataku akhirnya. “Membelikan hadiah, maksudku.” Aku berbicara pelan agar tidak membangunkan gadis kecil yang tidur di pangkuannya, dan kuharap itu bisa menyembunyikan kecemasan dalam suaraku.
Ia mengalihkan pandangannya dari pohon itu ke wajahku, sambil tersenyum lembut. “Kau tidak perlu membelikanku sesuatu.” Ia juga merendahkan suaranya, dan suaranya terdengar seperti musik di telingaku.
“Aku tahu,” sahutku, “tapi aku mau.” Aku telah menyisihkan hadiah itu di satu sisi, dan menyerahkan bingkisan yang sudah dibungkus kertas kado itu padanya.
“Bisakah kau membukanya untukku? Tanganku sedang sedikitpenuh saat ini.” Ia menatap si gadis kecil, kemudian menatap kembali ke arahku.
“Kau tidak perlu membukanya sekarang, kalau kau sedang tidak bisa,” ujarku, sambil mengangkat bahu, “sebetulnya isinya tidak seberapa.”
“Jangan begitu,” ujarnya. “Aku hanya ingin membukanya di hadapanmu.”
Untuk menjernihkan pikiranku, aku menatap hadiah itu, dan mulai membukanya, dengan menarik selotipnya sedemikian rupa agar tidak menimbulkan banyak suara, kemudian melepaskan kertas kadonya dan sampai pada dusnya. Setelah menyisihkan kertas pembungkusnya, aku mengangkat tutup dus itu dan mengeluarkan sweternya, yang aku angkat untuk diperlihatkan kepadanya. Warnanya cokelat, seperti yang biasa dipakainya. Namun kupikir Jamie membutuhkan sweter baru.
Dibandingkan dengan kegembiraan yang baru kusaksikan sebelumnya, aku tidak mengharapkan reaksi berlebihan.
“Lihat, cuma ini. Aku sudah bilang tadi isinya tidak seberapa,” ujarku. Aku berharap ia tidak kecewa menerimanya.
“Bagus sekali, Landon,” ujarnya tulus. “Aku akan memakainya saat bertemu denganmu lagi. Terima kasih.”
Kami duduk diam selama beberapa saat, dan aku kembali memandangi lampu-lampu di pohon Natal.
“Aku juga membawa sesuatu untukmu,” bisik Jamie akhirnya. Ia melayangkan pandangan ke arah pohon, dan aku mengikuti pandangannya. Hadiahnya masih tergeletak di bawah pohon, agak tersembunyi di balik batang pohon itu, dan aku meraihnya. Bentuknya persegi, lentur, dan agak berat. Aku meletakkannya di atas pangkuanku dan membiarkannya di sana tanpa berusaha untuk membukanya.
“Bukalah,” ujarnya, sambil menatapku.
“Kau tidak bisa memberikan ini kepadaku,” ujarku dengan napas terkecat. Aku sudah tahu apa isinya, dan aku tidak mempercayai apa yang telah dilakukan Jamie. Tanganku mulai bergetar.
“Please,” ujarnya padaku dalam suara yang teramat lembut, “bukalah. Aku ingin kau memilikinya.”
Dengan ragu aku membuka bungkusnya perlahan-lahan. Ketika kertas kadonya akhirnya lepas, aku memegang hadiah itu dengan hati-hati, takut merusaknya. Aku menatapnya, dengan penuh emosi, dan perlahan-lahan tanganku mengusap bagian atasnya, menelusuri sampul kulitnya yang sudah mulai usang sementara air mataku mulai mengambang. Jamie mengulurkan tangannya dan meletakkannya di atas tanganku. Rasanya hangat dan lembut.
Aku melirik ke arahnya, tak tahu harus berkata apa.
Jamie telah memberikan Alkitab-nya kepadaku.
“Terima kasih atas apa yang telah kaulakukan,” bisiknya padaku. “Ini merupakan Natal terbaik yang pernah kualami.”
Aku berpaling tanpa menjawab dan mengulurkan tanganku ke arah aku meletakkan gelasku sebelumnya. Lagu Silent Night masih terdengar, musiknya memenuhi seluruh ruangan.

Bayangkan! Jamie memberikan Alkitab kesayangan peninggalan ibunya kepada Landon so sweeeet

ini favorite juga :3
Jangan tanyakan padaku bagaimana kejadiannya, karena aku juga masih belum dapat menjelaskannya. Sesaat aku berdiri di sana di hadapannya, bersiap-siap untuk berjan ke teras, namun ternyata aku tidak melakukannya. Bukannya melangkah ke arah kursi-kursi yang ditunjuknya, aku malah melangkah mendekati Jamie dan meraih tangannya. Aku menggenggam tangannya dan menatap matanya lekat-lekat, sambil bergerak semakin dekat. Ia tidak melangkah mundur, namun matanya melebar sedikit, dan untuk sekejap aku sempat mengira bahwa aku telah melakukan kesalahan dan nyaris tidak meneruskannya. Aku berhenti sebentar dan tersenyum, sambil memiringkan kepalaku, dan hal berikut yang kulihat adalah Jamie memejamkan matanya dan juga sedang memiringkan kepalanya. Wajah kami semakin berdekatan.
Kejadiannya tidak sepelan itu, dan yang jelas tidak seperti ciuman yang kaulihat di dalam film-film zaman sekarang. Namun dalam caranya sendiri, ciuman kami amat istimewa. Satu hal yang terlintas dalam benakku saat bibir kami bertemu adalah aku yakin kenangan itu akan abadi selamanya. AAAAAAA demi apapun suka bagian ini /plak ._.v

"Kasih itu sabar; kasih itu murah hati. Ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu."


ayat Alkitab yang dipilih Jamie :3 1 korintus 13:4-7 huaaaa... tepat sekali :3

ini yang paling saya suka:
“Kau mencintaiku?” tanyaku padanya.
Ia tersenyum. “Ya.”
“Kau mau membuatku bahagia?” Saat aku menanyakan pertanyaan ini padanya, aku merasa jantungku mulai berdebar-debar.
“Tentu saja aku mau.”
“Kalau begitu, kau mau melakukan sesuatu untukku?”
Ia memalingkan wajahnya, kesedihan membayang di sana. “Aku tidak yakin apakah aku masih bisa melakukannya,” sahut Jamie.
“Tapi kalau kau bisa, kau mau, kan?”
Aku tidak dapat menggambarkan dengan tepat bagaimana persisnya perasaanku ketika itu. Cinta, amarah, kesedihan, harapan, dan ketakutan berbaur menjadi satu, diperuncing kecemasan yang sedang kurasakan. Jamie menatapku dengan heran, dan irama napasku menjadi lebih cepat. Tiba-tiba aku tahu bahwa perasaanku terhadap seseorang tidak pernah sekuat yang kurasakan saat itu. Saat membalas tatapannya, kenyataan sederhana itu membuatku berharap untuk kesekian kalinya aku dapat membuat semua kepedihan ini hilang. Seandainya itu memang mungkin, aku bersedia bertukar tempat dengannya. Aku ingin sekali mengungkapkan apa yang ada di dalam pikiranku padanya, namun suaranya tiba-tiba menenangkan emosi yang sedang bergejolak di dalam diriku.
“Ya,” kata Jamie akhirnya, suaranya lemah namun tetap penuh dengan janji. “Aku mau.”
Akhirnya aku menciumnya lagi setelah dapat mengendalikan diriku kembali, kemudian aku mendekatkan tanganku ke wajahnya. Aku menikmati kehalusan kulitnya, kelembutan yang terpancar dari matanya. Bahkan pada saat itu ia begitu sempurna.
Tenggorokanku kembali tercekat, tapi seperti yang kukatakan sebelumnya, aku tahu sekarang apa yang harus kulakukan. Mengingat aku harus menerima kenyataan bahwa aku tidak mungkin dapat menyembuhkannya, yang ingin kulakukan adalah memberikan kepadanya sesuatu yang memang dari dulu ia inginkan.
Itulah yang dikatakan oleh hatiku selama ini.
Jamie, setahuku saat itu, telah memberikan kepadaku jawaban yang selama ini kucari, jawaban yang dibutuhkan oleh hatiku. Ia telah memberikan jawabannya padaku saat kami duduk berdua di luar ruang kerja Mr. Jenkins pada malam kami menanyakan pendapatnya mengenai pementasan drama itu.
Aku tersenyum lembut, dan ia membalas pernyataan sayangku dengan meremas pelan tanganku, seakan ia percaya pada apa yang akan kulakukan. Dengan perasaan lebih mantap, aku mencondongkan tubuhku lebih dekat dan menarik napas dalam-dalam. Saat mengeluarkan napas, aku mengucapkannya seiring dengan aliran napasku.
“Maukah kau menikah denganku?”

Entah mengapa adegan lamar-melamar membuat dada saya berdesir, aaaaa apalagi yang ini... so sweet

Aduh Tuhan, saya gak tahu mau bilang apa lagi, bagaimana caranya saya supaya tidak menebar spoiler disini.
Tapi terlanjur, saya terlalu cinta sama ini buku :3 huaaaa...

Adegan pernikahannyapun mengharukan, saya nangis bombay disitu :''') huaaaaaaa... lebay

Yang pasti saya sangat suka jalan cerita Novel ini.
Bdw, saya juga sudah menonton filmnya tapi I still prefer the book than the movie, but I love both :p

Oke sekian spoiler saya.... Terima kasih :p

"Aku tersenyum, sambil menatap langit, karena masih ada satu hal yang belum kuberitahukan. Sekarang aku percaya bahwa mukjizat itu bisa saja terjadi."




Kamis, 23 Februari 2012

[Review] Baby Proposal - Dahlian dan Gielda Latifa

Diposkan oleh Fhily Anastasya di 23.47 3 komentar
Judul Buku: Baby Proposal
Penulis: Dahlian dan Gielda Latifa
Penerbit: GagasMedia
Halaman: 332
Genre: Mainstream, ChikLit
Novel Indonesia



Seandainya ini mimpi buruk, 
Karina ingin cepat-cepat bangun 
dan tak ingin mengingatnya lagi.... 

Tapi kenyataan memilih berlaku kejam kepadanya. Dua garis di testpack yang kini berada di tangannya adalah jawaban tegas: Karina hamil. Dan satu-satunya yang terpikirkan adalah mencari bapak anak ini dan meminta pertanggungjawaban. 

Karina tidak berharap dinikahi Daniel. Dia ingin laki-laki itu mengurusinya selama masa kehamilan. Dengan senang hati, dia menyerahkan bayi itu ke tangan Daniel-sesederhana itu. 

Namun, berada bersama Daniel membuatnya melihat laki-laki itu dari sisi lain. Sisi lembut dan penuh perlindungan. Sisi yang membuat dadanya berdesir. Perasaan yang mengenalkan Karina pada... cinta. Mungkinkah ini pertanda mimpi buruknya kelak akan berakhir bahagia?

******

My review:


Saat membaca novel ini satu yang saya ingat yaitu……… Lapar, hehehehe… Ada banyak bagian novel yang menyebutkan nama-nama makanan, apalagi saya membaca novel ini ditengah jam lowong kantor sebelum makan siang. Saya jadi lapar dan pengen makan siang, karena membayangkan makanan yang ada didalam novel ini. Hasilnya, saya makan siang sebelum waktunya… *ssssttt, jangan bilang-bilang bos yahhh…* 

Okay, kita tinggalkan bero’ot ria, mari kita kembali ke topik yaitu me-review novel yang satu ini, 
Bercerita tentang Karina, gadis yang hidup mandiri karena keluarganya yang tidak harmonis, ayahnya sering kali memukuli ibunya dan ibunya yang tak mau menceraikan ayahnya meski tersiksa dan sudah dipaksa oleh Karina, ditambah lagi mantan pacarnya yang mengkhianati dia membuat dia ‘trauma’ dengan yang namanya pria. 
Adapula Daniel yang frustasi karena pacarnya mau saja dijodohkan dan menikah dengan pria lain hanya karena tradisi ningrat keluarganya. 
Keduanya yang sama-sama frustasi dipertemukan sewaktu berlibur di Lombok. Dan hal yang tidak diinginkan terjadi ketika acara valentine yang diadakan oleh pihak hotel. Membuat Karina dan Daniel terjebak dalam permainan ‘mabuk-mabukan’. Dalam pengaruh alkohol mereka terjebak dalam situasi yang membuat mereka …hmmmph… :x 
Karina yang kalang kabut, makin panik ketika Karina menyadari dirinya hamil. Dalam kepanikanya Daniel yang sempat memberikan alamatnya, untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu pada diri Karina. Awalnya, sama seperti adegan-adegan klise sebuah sinetron ala lelaki yang mau menghindar dari tanggung jawab dan menyuruh menggugurkan kandungan itu, tapi sialnya kepergok ibunya Daniel dan meminta Daniel jangan melakukan itu. 
Sehingga, terjadilah perjanjian hitam diatas putih bahwa Daniel akan mengurus Karina selama masa kehamilannya, setelah melahirkan Daniel berhak sepenuhnya atas anak mereka. Daniel yang awalnya dingin mulai menunjukan perhatiannya kepada Karina hanya semata-mata karena perjanjian itu. 
Kedatangan Celline –Pacarnya Daniel yang menikahi pria lain– membuat Karina sakit hati dengan perkataan Celline dan memutuskan menjauhi Daniel. Disitulah Karina kehilangan bayinya. Daniel juga merasa kehilangan sengaja menemani Karina yang merasa terpukul. 
Disitulah mereka menyadari bahwa ada benih-benih cinta antara keduanya… 

-------- 

Well, itu garis besar ceritanya, saya beli ini karena cover, judul dan sinopsisnya yang membuat saya tertarik. Covernya lucu, judulnya unik, sinopsisnya bikin penasaran, ceritanya? Lumayanlah~ 
Cuma agak bosan sama gaya penulisan yang ‘sangat sering’ mengingatkan keadaan fisik keduanya, dan itu jadi terkesan Karina dan Daniel saling jatuh cinta bukan karena perhatian Daniel, atau sikap didalam diri Karina melainkan lebih ke lust alias nafsu karena baik Karina ataupun Daniel lebih banyak menyadari mereka memiliki sebuah ‘rasa’ yang berbeda ketika: melihat mata kelabu Daniel, mata bening Karina, bibir seksi Daniel, bibir merah muda Karina ataupun ciuman dan sentuhan antara mereka. Menurut saya itu ‘agak’ too much over!
Tapi, saya suka dibagian-bagian belasan gitu, adegan sederhana yang gak mengandung unsur lust malah terasa sweet dan baru saya bisa merasakan feel romancenya . 

Sebenarnya mau kasih 2,5 stars tapi yaaaa…. Dibulatkan jadi 3 aja deh :) hehehehehe



[Review] A Walk to Remember - Nicholas Sparks

Diposkan oleh Fhily Anastasya di 21.46 0 komentar
Title of Book: A Walk to Remember
Author: Nicholas Sparks
Publisher: Warner Books
Pages: 240
Genre: ChikLit, Young-Adult
English Novel


Every April, when the wind blows from the sea and mingles with the scent of lilacs, Landon Carter remembers his last year at Beaufort High. It was 1958, and Landon had already dated a girl or two. He even swore that he had once been in love. Certainly the last person in town he thought he'd fall for was Jamie Sullivan, the daughter of the town's Baptist minister. A quiet girl who always carried a Bible with her schoolbooks, Jamie seemed content living in a world apart from the other teens. She took care of her widowed father, rescued hurt animals, and helped out at the local orphanage. No boy had ever asked her out. Landon would never have dreamed of it. Then a twist of fate made Jamie his partner for the homecoming dance, and Landon Carter's life would never be the same. Being with Jamie would show him the depths of the human heart and lead him to a decision so stunning it would send him irrevocably on the road to manhood..


*****

My review:

It’s a beautiful and sweetest story I’ve read…!!! About Landon, about Jamie… About Landon and Jamie… So sweet….

I just finished reading this novel. Although, this an old novel, the first published on 1999. It means when I was in kindergarten. And of course, I couldn't to read this.


You know! I was crying when I read this novel. Touch me so deep!...


My favorite part:


“Do you love me?' I asked her. She smiled. 'Yes.' 'Do you want me to be happy?' as I asked her this I felt my heart beginning to race. 'Of course I do.' 'Will you do something for me then?' She looked away, sadness crossing her features. 'I don't know if I can anymore.' she said. 'but if you could, would you?' I cannot adequately describe the intensity of what I was feeling at that moment. Love, anger, sadness, hope, and fear, whirling together sharpened by the nervousness I was feeling. Jamie looked at me curiously and my breaths became shallower. Suddenly I knew that I'd never felt as strongly for another person as I did at that moment. As I returned her gaze, this simple realization made me wish for the millionth time that I could make all this go away. Had it been possible, I would have traded my life for hers. I wanted to tell her my thoughts, but the sound of her voice suddenly silenced the emotions inside me. 'yes' she finally said, her voice weak yet somehow still full of promise. 'I would.' Finally getting control of myself I kissed her again, then brought my hand to her face, gently running my fingers over her cheek. I marveled at the softness of her skin, the gentleness I saw in her eyes. even now she was perfect. My throat began to tighten again, but as I said, I knew what I had to do. Since I had to accept that it was not within my power to cure her, what I wanted to do was give her something that she'd wanted. It was what my heart had been telling me to do all along. Jamie, I understood then, had already given me the answer I'd been searching for, the answer my heart needed to find. She'd told me outside Mr. Jenkins office, the night we'd asked him about doing the play. I smiled softly, and she returned my affection with a slight squeeze of my hand, as if trusting me in what I was about to do. Encouraged, I leaned closer and took a deep breath. When I exhaled, these were the words that flowed with my breath. 'Will you marry me?” 


It was one of my favorite part of this novel... I also liked part when Landon and Jamie at orphanage, on Christmas Eve... But overall, I very liked this novel!! One of the best book I've read
I love the character of Jamie, and I love a men like Landon....
Sweetest memory verse bible in this novel :)


“Love is always patient and kind. It is never jealous. Loves is never boastful or conceited. It is never rude or selfish. It dose not take offense and is not resentful. Love take no pleasure in others people's sins, but delights in the truth. It is always ready to excuse, to trust, to hope, and to endure whatever comes.” - 1 Corinthians 13:4-7

and the favorite quote from this novel:


“Love is like the wind, you can't see it but you can feel it”

All shining stars I gave for this novel :*

[Review] L - Kristy Nelwan

Diposkan oleh Fhily Anastasya di 21.05 0 komentar
Judul Buku: L
Penulis: Kristy Nelwan
Penerbit: Grasindo
Halaman: 394
Genre: Metropop, ChikLit
Novel Indonesia


Ava Torino, twentysomethinggirl, yang bekerja sebagai produser di sebuah stasiun televisi lokal di Bandung, agak berbeda dengan perempuan pada umumnya. Ava not really into romantic or love things. Ia menganggap pacaran adalah sesuatu yang seharusnya fun. Dan, biar semakin fun, ia nekad meneruskan ide gilanya semasa kuliah dulu: berganti-ganti pacar, sampai ke 26 alfabet tergenapi sebagai huruf awal nama-nama sang pacar. 

Dengan ke-adventurous-annya, tidak sulit bagi Ava untuk memenuhi rencana gilanya itu. Namun, tanpa disangka, cowok yang paling sulit ditemukan justru yang namanya berawal huruf L. Maka, cara berpikirnya yang logis memutuskan, siapa pun dia, si L akan menjadi the Last Love nya. Sayang, Ava tidak menyadari betapa rahasia semesta ini terlalu besar untuk ditaklukkan oleh logika pikirannya.... hingga terjadilah peristiwa itu....

******

My review:

Ini cerita dengan Judul terpendek yang pernah saya baca selain U! seenggaknya kalau U! memakai tanda seru  dibelakang dan membuat novel ini berada diurutan teratas novel dengan judul terpendek -_-.
Saya sangat suka dengan ide cerita kreatif si Penulis yang menciptakan Ava Torino sebagai karakter utama Novel ini sangat unik :)
Apalagi dengan deretan pacar A-Z, Bahkan huruf-huruf sulitpun, telah didapatinya. Contohnya X ada Xi Men  yang diputuskan Ava gara-gara kedapatan dihotel bersama seorang wanita dalam keadaan setengah telanjang. Dan saya gak nyangka sama sekali kalau itu kerjaannya Ava sendiri, wanita itu tidak lain dan tidak bukan adalah temannya. Owchhh. Satu lagi pas lagi interview seseorang yang bernama Okan. Dan untuk melengkapi daftar pacarnya dan O adalah salah satu huruf yang belum dilengkapi, dari interview sampe make-out diruangannya sendiri, apalagi ketika tahu namanya Okan, si Ava malah ngunci pintu ruangannya -_-. Dan 2 bulan kemudian dia sudah putus dengan Okan. Sebenarnya rata-rata pacaran Ava itu memang cuma 2 bulan. Gila!
Dan akhirnya tinggallah huruf L yang belum dilengkapinya. Sepertinya kok susah nyari cowok huruf L? padahal didunia ini sangat banyak lelaki dengang nama depan L, kenapa malah yang hurufnya susah sudah dia temukan?
Bertemu secara tidak sengaja dengan seorang cowok bernama Rei sewaktu melaksanakan 'ritual' di candi borobudur yang menurutnya konyol karena sebuah permintaan "Find my L..." Katanya hahaha... padahal Ava adalah type orang yang gak percaya sama gituan... tapi gara-gara kewalahan mencari pacar dengan huruf L yang dia sudah berjanji pada dirinya sendiri akan menjadi yang terakhir dalam hidupnya untuk melengkapi Abjad daftar pacarnya...
L for Last Love
Sampai hal yang menurutnya konyolpun ia lakukan... Ketemu Rei dia berharap namanya dari L tapi sayangnya tidak sehingga dia menceritakan hal konyol itu kepada Rei...
Tapi seakan dewi fortuna masih berpihak pada ava dia bertemu seseorang bernama Ludi yang dianggapnya bisa menjadi Last Love buat dia, apalagi sikap Ludi amat sangat romantis... tapi tiba-tiba Rei muncul lagi dalam kehidupannya dan membuat dilema...

"Apa kamu mencintai dia?, Pernahkan ada momen dimana hanya menatapnya bisa membuat kamu merasa hatimu meledak, hanya mengingat matanya kamu bisa tersenyum, dan bahkan kadang merasa,seperti mendengar suaranya padahal dia gak ada di dekat kamu?"

Well, I love this novel one of my favorite story... ^_^


4,5 stars tapi tetap dibulatkan 4 yah -__-v


[Review] Perhaps You - Stephanie Zen

Diposkan oleh Fhily Anastasya di 20.19 0 komentar

Judul Buku: Perhaps You
Penulis: Stephanie Zen
Penerbit: Gagas Media
Halaman: 442
Genre: Mainstream, ChikLit
Novel Indonesia

Tak tahukah kau seperih apa perasaan hati yang tak berbalas? Menanti sesuatu yang tak kunjung datang? 

Hari berganti hari, tapi arah hatiku tak pernah berubah—selalu tertuju padamu. Aku tak pernah jenuh menunggu... menunggu untuk kau cintai. Tapi kau hanya menganggapku lalu. Seperti tak kasat mata aku di matamu. 

Terkadang lelah menyuruhku menyerah, memintaku berhenti melakukan perbuatan sia-sia dan mulai mencari cinta baru. Tapi bagaimana mungkin aku sanggup melakukannya, kalau semua tentangmu mengikuti seperti bayangan menempel di bawah kakiku? Dan bagaimana pula caranya membakar habis semua rindu yang bertahun-tahun mengendap di hatiku? 

Aku berharap mendapatkan jawaban darimu. Tapi kau tetap membisu, membuatku lebih lama menunggu.


******

My review:

[Spoiler Alerts]

Abby itu seorang wanita yang bekerja disebuah perusahaan milik ayahnya. Sejak SMP, dia suku dengan seorang laki-laki tampan bernama Daniel. Tapi Daniel dikenal sebagai Playboy yang suka gonta-ganti cewek. Satu hal yang Abby tunggu-tunggu yaitu Daniel meminta Abby menjadi pacarnya. 
Sampai suatu hari mereka terpisah, karena Abby mengambil SMA dengan jalur khusus yang hanya menyelesaikan SMA selama 1 tahun. Sedangkan Daniel di SMA reguler. 
Abby lulus dan pergi ke Singapore untuk melanjutkan Studynya. 
Selama beberapa tahun dia masih mampu mengingat Daniel direlung hatinya. 
Abby yang bekerja di perusahaan milik ayahnya. Yang membawa dia akhirnya harus berurusan dengan Chris. Seorang lelaki yang hanya berhubungan dengannya lewat BBM. Tapi berhasil membuat Abby perlahan membuka hatinya untuk Pria yang bernama Chris itu walaupun belum pernah menemuinya. tapi Abby bersih kukuh untuk menemui Chris Dan menyeret Abby menjadi orang ketiga antara hubungan Chris dan Ferra -Pacar Chris-. Lalu bagaimana selanjutnya? bagaimana dengan daniel? apakah Abby melepaskan Daniel dihatinya dan mengganti dengan nama Chris? Apakah perasaan Daniel pada Abby sebenarnya? 
Silahkan baca bukunya :p 

Suka sama ceritanya... cuma endingnya kurang gigit... kalau bisa buat sekuelnya dong hehehe... 

Oh ya, menurut info yang saya dapat dari twitter penulisnya sendiri sebenarnya judul buku ini bukan perhaps you... tapi ... agak lupa yang pasti ada kata Just, Keeping, Love (?) cuma dirubah sama gagasnya hehehe... 


Oh ya ada quotes-quotes dari novel ini 


"Cinta itu seperti pasir. Semakin erat kamu menggenggamnya, semakin cepat pasir-pasir itu berjatuhan dari tanganmu." 


"Hal yang paling menyedihkan saat mencintai seseorang bukanlah saat cinta kita bertepuk sebelah tangan, tapi ketika kita diabaikan oleh orang yang kita cintai." 


"If a man wants you, nothing can keep him away. If he doesn’t want you, nothing can make him stay." 


"Jika seseorang mencintai kamu, ia akan memastikan kamu tetap bahagia, tidak tersakiti. Tapi jika kamu mencintai seseorang, orang itu mungkin tak akan tak akan peduli apakah kamu bahagia atau tidak, tidak akan peduli kamu tersakiti atau tidak…" 


"saat dimana kita terancam kehilangan, saat itu kita baru sadar."

Karena ceritanya mirip dengan cerita saya.. ehem...ehem... alias ngena gitu jadi 4-stars-lah buat novel ini :)

[Review] U! - Donna Rosmayna

Diposkan oleh Fhily Anastasya di 14.43 1 komentar
Judul Buku: U!
Penulis: Donna Rosmayna
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 322
Genre: Teenlit
Novel Indonesia

Lilia: Cewek, enam belas tahun. Kehilangan sosok Ibu saat berumur empat tahun, manja banget sama papanya, belum pernah pacaran.

Niko: Cowok, delapan belas tahun. Kebetulan tetangga Kyra, sahabat Lilia. Cakep, keren, gaul, jago main basket, dan pintar main piano.

Kalau Lilia dan Niko jadian, kayaknya bakal happy ending. Apalagi Lilia suka sama Niko sejak lama. Karena itu, dengan semangat empat lima, Kyra bertugas jadi comblang hubungan mereka berdua.

Tapiii... Niko kan gak cuma satu!! Bagaimana kalau ada Niko yang lain? Cowok dua puluh lima tahun, kerja kantoran, workhaholic, berkacamata, digandrungi banyak cewek, dan playboy.

Dan Kyra... sangat tidak suka Niko kedua!!

Kalau begini, apa bakal tetap happy ending?!

******

My review:

Berkisah tetang seorang cewek bernama Lilia yang bersekolah di SMA khusus cewek. Lilia adalah anak kelas dua SMA yang suka heboh sendiri, ceplas-ceplos, polos banget, dan manja banget sama papanya soalnya mamanya meninggal waktu dia kecil. Lilia naksir berat sama tetangga sohibnya, Kyra, dan sering heboh ngebicarain cowok bernama Niko itu dimanapun dia berada. Gak peduli tempat! Nah, kehebohan yang dia bikin inilah yang mengundang seorang cowok bernama sama, Niko, yang penasaran banget sama tingkah Lilia yang sering heboh sendiri. Niko kedua beda jauh sama Niko pertama. Kalo Niko tetangganya Kyra adalah anak SMA kelas tiga yang jago main piano, keren, dan ABG banget, lain sama Niko kedua yang ternyata adalah anak bos papanya Lilia, berumur 25 tahun, keren, berkacamata, banyak fans, palyboy, workaholic, dan punya gengsi selangit.
Lilia yang sempet kesel selangit sama Kak Niko yang gengsian, ngerasa punya perasaan aneh yang ga beralasan ke 'om-om itu'. Sedangkan Kak Niko yang playboy juga ngerasa Lilia punya keunikan yang bikin dia terang2an mencampakkan cewek perfect bernama Maryna yang sangat menggandrungi dia. Itulah yang bikin Rangga dan Joko, dua sahabat Kak Niko di kantornya, mati-matian menjodohkan Maryna dan Kak Niko agar menjauhi gadis ABG yang masih kecil dan polos itu. Di lain pihak, Kyra dan teman2 Lilia lainnya juga benci banget sama 'om-om' yang bikin Lilia sering kesel sendiri. Makanya, mereka sempet bikin pernyataan palsu bahwa Lilia udah jadian sama Niko pertama. Kak Niko yang gengsinya tinggi pun gak mau pusing mikirin perasaannya yang campur aduk dan memutuskan untuk tinggal di Pittsburgh, Amrik bersama Mamanya dan meninggalkan semua yang ada di Jakarta, termasuk Lilia.
Ada beberapa konflik di novel ini yang menggambarkan bahwa Lilia memang jodoh buat Kak Niko. Pokoknya, kemanapun dan apapun yang Lilia lakuin, pasti hal yang nyaris sama juga lagi dilakuin sama Kak Niko. Termasuk saat Lilia berziarah ke makam mamanya, berdua dengan Niko pertama. Saat itu juga Kak Niko sedang mengunjungi makam adiknya, Aurel, yang meninggal tenggelam di kolam renang. meninggalnya Aurel ini sempet bikin mamanya Kak Niko stress berat dan menarik diri dari lingkungannya. Apalagi papanya Kak Niko juga sempet menyalahkan istrinya atas kematian anak bungsunya itu.
Dillema buat Lilia karena harus berhadapan dengan dua Niko... Niko yang mana yang akan menjadi pelabuhan Lilia?

--------------------

Ceritanya fresh unik :) meskipun novel U! Ini udah lama dan saya baru 'menemukannya'... cuma entah kenapa rada bosan baca awalnya -_- atau mungkin gara-gara saya baca jam tidur kali yah makanya ngantuk... tapi overall bagus :) like it.. 3,5 stars for this novel, karena gak ada dibulatkan 3 -_-


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

The Montage of My Books Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review