Selasa, 26 Maret 2013

[Review] Jejak Kenangan - Rina Suryakusuma

Diposkan oleh Fhily Anastasya di 20.56

Judul Buku: Jejak Kenangan
Penulis: Rina Suryakusuma
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 264 Halaman
Genre: Romance (Amore)
Novel Indonesia

Sinopsis


Duka masa lalu membayangi Allysa Gumulya. Berawal dari ayah yang tak pernah dikenalnya, kepergian ibunda yang sangat dicintainya, juga masa remaja penuh keprihatinan karena perbuatan gadis kejam yang tak berperasaan.

Ally bersumpah, demi malam yang dilaluinya dengan tangis, kesempatan untuk membalas luka masa lalunya akan tiba. Dan saat yang ditunggu itu memang tiba. Gadis masa lalu itu, Nadia Wibrata, hadir sebagai tunangan Ivan Adidjaja, pria yang sangat Ally cintai.

Solusinya terasa sangat mudah untuk Ally. Rebut Ivan, buat pria itu mencampakkan Nadia. Tapi, tidak semua kejadian berjalan seperti yang Ally rencanakan. Ketika Ivan mengetahui motif tersembunyi Ally, ego pria itu terluka.

Kini untuk kedua kalinya Ally harus berjuang. Kali ini bukan untuk dendam masa lalunya, tapi demi cinta sejatinya.…

***

Demi malam yang dilalui Ally dengan tangis, Ally bersumpah gadis itu akan menuai perbuatannya kepada Ally, suatu saat dia akan merasakan apa yang dirasakan Ally. Ya, Ally bersumpah!

Allysa Gumulya, menyimpan dendam kesumat pada seorang gadis karena kejadian masa lalunya. Gadis itu yang membuat masa SMA-nya menjadi masa yang tak akan terlupakan. Masa yang dilaluinya dengan cemooh dan dengan tangis ditiap malamnya. Hanya karena dia meminta bantuan padanya, ketika ibunya sakit. Dia membongkar kehidupannya pada gadis itu. Dan seluruh sekolah tahu, sehingga sekolah menjadi neraka untuknya.
6 tahun kemudian, saat Ally berusia 23 tahun. Saat dia dengan gemilang meniti karir di Amsoft. Dia dihadapkan pada sebuah tender yang mengalihkan semua pekerjaannya. Tender yang sangat mudah yakni merancang kartu pernikahan. Tentu saja, baginya itu hanya seujung kuku. Semudah membalikkan telapak tangan. Tapi, ini yang membuatnya tidak mudah adalah kartu yang akan dirancangnya adalah kartu pernikahan anak pak Joseph Wibrata, Partner sekaligus orang kepercaan Mr. Walker. Jadi apapun harus dikerjakan secara sempurna.
Ally dengan kemampuannya membuat Bu Fara pemimpinnya menunjuknya.
Ivan Adidjaja. Allysa bertemu dengannya secara tidak sengaja karena keteledoran Ally lupa meng-absen dirinya. Dari situlah secara Oops! Ally bertemu dengan Ivan. Dan ternyata Ivan adalah tunangan dari anak Joseph Wibrata. Ivan digambarkan pada sosok yang charming dan tentu mempesona.
Dari situlah Ally dan Ivan mulai akrab. Lewat pembicaraan-pembicaraan ringan mengenai kartu pernikahannya sebuah rasa mulai berkembang. Rasa yang tidak pernah Ivan dapatkan dari tunangannya. Tidak pernah!
Ally mengerti segala sesuatu tentang Ivan. Sehingga Ivan mulai memikirkan lagi tentang rencana pernikahannya dengan tunangannya itu.
Awalnya, Ally ingin mundur perlahan ketika menyadari bahwa dia mulai mempunya rasa yang dinamakan cinta pada Ivan. Tentu saja itu terlarang karena Ivan adalah tunangan orang.
Tapi, apa yang terjadi kemudian sunggu tak diduganya! Tunangan Ivan adalah Nadia Valencia Wibrata! Gadis yang membuat masa lalunya kelam, gadis yang menghancurkan masa SMA-nya. Gadis yang dibencinya bukan main!
Rencana semua berubah! Ally tidak akan mundur teratur lagi! Kesempatan membalas dendam kesumatnya terbuka lebar bahkan datang sendiri menghampirinya! Dengan Ivan, Ally menjalankan affair yang --awalnya-- manis. Apalagi dia memang cinta pada Ivan. Apa salahnya sekali tepuk dua tiga pulau terlampaui!
Namun, kejujuran menyakitkan kembali. Diulang tahunnya yang ke 24 menjadi ulang tahun yang luar biasa untuknya. Dendamnya terbalaskan, tapi semuanya terbongkar dan mesti ada yang dikorbankan. Baca kisah selengkapnya dalam Jejak kenangan.

***

Well, gara-gara membaca Lullaby saya jadi tertarik membaca novel milik ci Rina Suryakusuma lagi. *curcol dikit* Mumpung baru hijrah dari Timika (yang nggak ada Gramed-_-) ke Manado jadi nggak buang-buang kesempatan buat nyari bukunya. Jejak Kenangan, Postcard from neverland dan Lukisan keempat jadi incaran saya bersama beberapa buku dari pengarang lain pas jalan-jalan ke Gramedia. Dan dari semua catatan buku yang saya bawa hanya ada dua *nangisnangis* yaitu Jejak Kenangan dan Postcard from Neverland. Jadinya beli deh.

Allysa ini diceritakan sebagai sosok yang tegar dan kuat. Salut deh sama dia! tapi yang nggak salutnya yah dendamnya itu loh. Tapi kalau saya ada di posisinya mungkin akan seperti itu. namanya juga manusia.
Saya suka juga sahabat yang baik seperti Dianna, yang mendukung ketika tindakan Ally benar, tidak sungkan menegur kalau Ally salah.


"Diatas langit selalu ada langit Ally."-- Dianna (hal 162)


"Just hope and pray, sis. Love will find a way." -- Dianna (hal 246)

Suka juga sama Bu Fara sepertinya dia pemimpin yang bijak.
"Seperti yang kamu bilang, itu bukan urusan saya. Tapi, personally Allysa, you'd made a great couple! Karena itulah saya sayangkan semuanya kamu buang hanya karena sampa lama yang seharusnya sudah lama kamu singkirkan. Allysa, jangan menyimpan dendam."
"Kamu bukan Tuhan. Kamu bukan malaikat. Suatu saat nanti, bahkan dulu, kamu pasti pernah bersalah pada seseorang, Allysa. Alangkah baiknya jika kita bisa membuka pintu maaf lebar-lebar. Dengan begitu, mungkin suatu saat Tuhan pun akan membuka jalan yang kita butuhkan. Tidakkah kamu sependapat?"
"Kalau kita mau memaafkan orang lain, di atas sana Tuan akan tersenyum dan mengingat apa yang kita tabur. Mengenai nasib musuh-musuh kita."
"Kamu tak usah kuatir. Tuhan melihat semua. Tuhan tidak tidur, Allysa. Biarlah pembalasannya kita serahkan pada yang lebih berhak. Pada Yang Di Atas."
"Yang menjadi bagian kita, yaitu memaafkan dan melupakan, tetap kita lakukan, dan Tuhan pasti akan melakukan sisanya. Percayalah, Allysa, biarpun sulit, jika Tuhan yang membalas, jika Dia bertindak, itu akan lebih baik dibandingkan jika tangan kecil kita ini yang merancang pembalasan." (Hal 218-219)

Suka banget sama nasihatnya Bu Fara itu. Nilai religiusnya dapet banget :) dan ngena banget untuk Ally.


Beberapa quotes yang saya suka:



"The greatest thing in life cannot be seen or explained with words. It only can be felt, by heart."-- Hal. 65
"Cinta tidak harus mengorbakan diri menjadi pihak yang lebih rendah. Cinta itu tidak harus selalu menang atau selalu mengalah. Cinta berarti berkompromi. Cinta berarti meleburkan dua hati tanpa mematikan jati diri masing-masing. Cinta berarti berkomitmen untuk mempraktikan makna sesungguhnya dari "memberi dan menerima" dalam kehidupan ini."-- Hal 102.
"Ada yang lebih berharga dari pada dendam. That's called true love." -- Hal 214.
"Nothing she can do but pray, thank the Lord for His everlasting blessings." -- Hal 258.



Emailnya Ivan juga unyu yah ._.v

Life is short
They say it takes a minute to find a special person (like I found you)
An hour to appreciate them (yeah, just like I do to you)
A day to love them
But then, an entire life to forget them
Just a little phrase to let you know...
You'll be never forgotten

Yup, Ally, you'll be never forgotten
Cheers,
Ivan Adidjaja.



Membaca karya-karya ci Rina, saya mulai terbiasa dengan gaya penulisannya tapi tidak dengan kata-kata yang inkonsisten contohnya: Pengin, Pingin, Pengen ._. tiga-tiganya dipakai ._. jadi nggak konsisten.
Tapi untuk ceritanya saya tetap suka :)

4 of 5 stars :)

0 komentar:

Poskan Komentar

Untuk pengguna anonymous mohon cantumkan nama di akhir komentar :) Terima Kasih^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

The Montage of My Books Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review