Judul Buku: Perfect Mess Penulis: Rina Suryakusuma Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tebal: 240 halaman Genre: Christian Romance Novel Indonesia
Sinopsis :
Terkadang berkat terindah dalam hidup datang dari kesalahan terbesar yang pernah dilakukan di masa lalu.
Sabina Dinata tahu ia melakukan kekeliruan tak terampuni ketika menggugurkan bayi dalam kandungannya. Sejak saat itu hidupnya tak pernah sama lagi. Ia berkubang dalam penyesalan masa lalu. Tak pernah bisa sepenuhnya menatap dan melangkah ke masa depan.
Karenina Sukmadi yang masih duduk di bangku sekolah menengah merasa dunianya perlahan hancur. Mimpi yang pernah dimiikinya berserakan seperti bangunan kartu yang runtuh ketika mengetahui bahwa dirinya hamil dengan seorang pria yang bahkan tak bisa dibayangkannya menjadi suami.
Kegelapan membayang.
Kesuraman terasa pekat.
Namun ketika jalan hidup kedua wanita ini bersinggungan, sesuatu terjadi.
Sesuatu yang akan mengubah hidup dan pandangan mereka selamanya. Hal yang membuat mereka percaya, segala sesuatu indah pada waktu-Nya.
***
Seorang wanita bernama Sabina
pernah melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya. Mengaborsi bayi yang hidup
di dalam rahimnya. Itu karena ia bahkan belum siap menerima kelahiran bayi itu.
Sabina yang mempunyai masa lalu yang begitu kelam dalam dewasanya bertemu
dengan Gerry. Seseorang yang bisa menerimanya apa adanya. Dengan masa lalu yang
begitu rupa. Ia menikah dengan Gerry. and happily ever after? No.
Sebab dari sinilah yang menjadi masalah utamanya. Saat mereka sedang menantikan
momongan. Mereka terpuruk karena mengetahui bahwa kecil kemungkinan mereka akan
dianugerahi buah hati. Sepertinya Tuhan melakukan pembalasan untuk apa yang
diperbuat Sabina.
Sabina membuat sebuah blog dan menulis apa yang dialaminya di dalam blog itu.
Mencurahkan isi hatinya bahkan mungkin memotivasi orang agar tidak melakukan
hal bodoh seperti dirinya dahulu.
Dari blog itu ia terkoneksi dengan seorang gadis yang bernama Karenina.
Karenina yang mendapati dirinya hamil di luar nikah. Ia melakukannya dengan
seorang lelaki dalam keadaan mabuk. Menghasilkan benih yang kini ada dalam
perutnya. Di saat masa kebimbangannya karena Kenneth, lelaki yang menghamili
dirinya tidak mau bertanggung jawab dan menyuruhnya untuk aborsi. Ia menemukan
blog Sabina. Dan membaca tulisan-tulisan yang Sabina buat (termasuk tentang
aborsi). Membuat mereka mulai akrab Sabina menguatkan Karenina agar tidak
berbuat setolol dirinya dahulu. Lantas mampukah Sabina mempengaruhi Karenina
agar tidak mengugurkan kandungannya? Mampukah Sabina bertahan dengan Gerry
tanpa dikaruniai momongan? Apakah Sabina dan Gerry mendapat 'keajaiban'?
Bagaimana nasib anak yang ada dalam kandungan Karenina? Baca selengkapnya dalam
Perfect Mess
***
Akhirnya setelah sekian lama vakum menulis review sekarang bisa juga. Oh
ya, ini sebuah lini baru di GPU. Christian Romance. Membaca kalau ada lini baru
ini saya begitu excited mengingat saya pengin juga menulis Christian
Romance (suatu saat). Soalnya di negeri ini sedikit penerbit yang mau
menerbitkan cerita Romance yang berlatar belakang kristen. Pengin kayak Karen
Kingsbury. Back to topic.
Tema seperti ini, memang bukan pertama kalinya. Apalagi ketika mengetahui kalau
Gerry yang bermasalah atas masalah ini. Saya terlempar kembali ke dalam buku
semacam Testpack. Terus, tokoh Karenina yang membuat saya bisa menebak jalan
cerita ini. Yang mengingatkan saya akan film Juno.
Tapi bagi saya bukan itu, bagi saya yang terpenting pesan penulis untuk
pembacanya sampai. Dan saya rasa novel ini sampai. Meski dengan jalan cerita
yang mungkin tidak banyak membuat surprise. Oh ya, cerita ini nggak cuma
bagus dibaca buat orang dewasa tapi penting dibaca buat remaja. Agar pesannya
terealisasi.
Dari novel-novel amore punya ci Rina yang saya baca, ciri khas ci Rina memang
memasukan unsur kristiani dalam setiap tulisan-tulisannya. Semoga suatu saat ya
saya bisa menulis Chrom :p #Plaaak #abaikan.
Judul Buku: Shit Happens: Gue yang Ogah Kawin, Kok Lo yang Rese?! Penulis: Christian Simamora & Windy Ariestanty Penerbit:GagasMedia Tebal: 310 halaman Genre: Romance, Humor Novel Indonesia
Sinopsis :
Shit does happen in their life. But, still, life must goes on….Lula, Sebastian, dan Langit. Tiga orang lajang yang hidup di kota besar bernama Jakarta dengan profesi berbeda. Jurnalis, penulis, dan editor. Love their life much, so damn proud of themselves, boast their freedom of life as an individual.
‘till one question ruins their [un]perfect life.
Lula : I have a good job, I’m pretty, and, believe me, I’m not an airhead Paris-Hilton-like girl. I’m all what men need. Tapi, kenapa nggak ada cincin di jari manis gue?
Sebastian : Mangoli (nikah)… cuma itu yang ada di pikiran Mama akhir-akhir ini. Katanya, menikah itu sumber kebahagiaan. Talk to yourself, Mom. Your marriage isn’t a picture of a happy life. Kenapa sih terus-terusan maksa aku nyari calon parumaen (menantu) dan menikah secepatnya?
Langit : We were a perfect couple. ‘till, I found his affair. Then, he left me. He chose his latest partner, not me. This is my question. WHY ?
So, this is not a story about perfect life. They just try HARD to make it perfect.
***
***
“Memaafkan hanya
persoalan waktu ya, Lex?,” — Langit ( hal 269)
“Ternyata Ikhlas
itu nggak sekedar memahami.” — hal 274
“Memaafkan
ternyata bisa menghancurkan racun-racun kenangan dari pikiran gue” — hal 275
Semacam Novel ini menceritakan tentang tiga sahabat Lula,
Langit dan Sebastian. Tiga sahabat yang mempunyai tiga karakter yang berbeda
ini di prolog menceritakan tentang 'adu mulut' nama 'Ilalang' yang akan
diberikan Langit kalau dia punya anak nanti. Tapi malah dikatain Lula kalau
Ilalang = Jembut dengan segala persamaannya. Dan membuat percakapan itu
semakin panas antara Ilalang vs Jembut.
Well, akhirnya mereka tetap mencari
nama-nama yang bisa untuk laki dan perempuan tapi ujung-ujungnya tetap beralih
ke Ilalang vs Jembut.
Lula diceritakan disini adalah yang paling cewek banget. Dia
punya segala sesuatu yang dibutuhkan Pria. Namun, sampai saat ini belum nikah
juga. Karena memang dia belum mau nikah dulu dengan segala tetek bengeknya.
Suatu saat dia dikejar deadline harus menghadiri pernikahan mantannya. Si
Rachmat dan calon isterinya Pecunita Yuanita. Dari mulai lovehappens.com sampai
berujung pada friendster dia jabanin untuk mendapat partner hanya untuk pergi
ke acara pernikahan mantannya itu.
Syiaaatt, adalah Dudi yang datang sebagai pangerannya
menolongnya sebagai tambatan hatinya *caelah*. Sampai pesta tiba dan dengan
bangga menggandeng Dudi. Setelah selesai pesta... ternyata semuanya tidak
selancar yang diperkirakannya.
Bagaimana jika Dudi mulai membicarakan pernikahan? Mengatur
kehidupannya setelah menikah nanti? Dan menginginkan anak SEPULUH??? Oh!
Shitt!!!
Lain halnya dengan Sebastian, satu-satunya cowok diantara
tiga serangkai ini, ditodong oleh mamanya untuk segera menikah. Tapi Gimana sih
mama ini?? dia baru menertawakan temannya yang akan menikah. Cowok itu kalau
sudah menikah artinya dia sudah kalah! Itu prinsipnya.
Tapi sesuatu membuat hidupnya risi ketika Lula menyebut
dirinya "Gay". Penasaran, dia coba mengecek kejantanannya. Tidak
perlu dengan "melakukan sex dengan wanita kan" untuk menentukan dia
gay atau nggak. Akhirnya dia memutuskan untuk mencobanya lewat sebuah situs
online dan... hasilnya dia... 72% Gay gara-gara lelaki dengan celana dalam
hitam yang seksi dan perempuan dengan underwear shocking purple yang norak
abis.
Menyadari ternyata dirinya mulai "sakit Gay"
akhirnya, dia mencari cara untuk agar "sakit Gay"-nya ini tidak berkembang
biak.
Adalah Agnes seorang gadis yang konon menyukainya sewaktu
SMA dimanfaatkannya untuk obat penawar sakit gay-nya itu. Awalnya mulus, namun
seseorang bernama Steve muncul. Membuat semuanya sia-sia. Membuat dia lebih
terjerumus dalam 'penyakitnya' itu. Sehingga dia memutuskan Agnes hanya untuk
Steve. Namun bagaimana jika Steve tidak sesetia yang diperkirakannya? Bagaimana
jika Sebastian mengaku bahwa dia Gay? Bagaimana jika dia diasingkan dari
keluarganya? Oh!! Double Shitt!!
Satu lagi, adalah Langit. Langit adalah yang jenis kelaminya
tidak jelas diantara mereka bertiga. Apalagi sewaktu buat KTP dia malah
mencoret jenis kelaminnya dan mengisinya dengan bulat. gue belum menentukan
jenis kelamin gue. Begitulah katanya. Dia juga yang dengan tegas mengatakan dia
tidak menikah bahkan kepada keluarganya.
Suatu ketika dia menerima undangan di e-mail-nya. Undangan
yang pernikahan dari mantannya Dean. Dean akan menikah. Sebenarnya, dia juga
trauma dengan kisah masa lalunya dengan Dean yang lebih memilih laki-laki
dibanding dirinya. Wait, sebelumnya... Langit ini perempuannya. Yap, mantannya
itu Gay. Dan akan menikah dengan laki-laki juga haduuuh. Langit sangat kaget
juga pas Sebastian mengakui kalau dia juga "Gay". Tentu saja dia
teringat kembali akan kisah itu. Kisah masa lalunya dengan Dean.
Adalah Alex, sahabat Dean yang ada di samping Langit saat
Dean memutuskan untuk lebih memilih June dibandingkan Langit. Dialah yang
menyuruh Langit untuk tetap mempertahankan Dean. Dan dia juga yang kini berada
di samping Langit saat menghadiri pernikahan June dan Dean. Malam itu dia sadar
akhirnya betapa hot-nya Alex itu. Dan ditambah lagi... Alex mulai jago
nge-speak.
Jadi? Akankah Langit menentukan pilihan gender-nya?? Jika
dia belum bisa melupakan kenangan masa lalunya? Oh!! Triple Shitt! :p
***
Pertama-tama... mau berterima kasih dulu, karena buku ini
saya akhirnya nemu ayat Alkitab yang saya cari-cari tentang Gay. Soalnya waktu ada topik Obama sudah menghalalkan pernikahan sesama jenis di
amrik ada yang bilang katanya ajaran Kristen begitu
and well, yeaaah... Roma 1:27 ternyata yang menentang perkawinan sesama jenis.
So, Alkitab juga melarang!
Oke kita tinggalkan tentang SARA dan O'ot ini.
Disini banyak buka-bukaan tentang sex. Apalagi 3 sahabat ini
pembicaraannya memang sekitar situ-situ.
Kalau mereka bertemu pasti bahasnya kebanyakan tentang
gituan haduh.
Ada part yang bikin saya ngakak XD. hahahaha.
Tapi ceritanya kok gantung yah ._. Lula sama Sebastiannya
nggak jelas. Yang agak jelas cuma Langit. Hawwwhh... Jadi suka
deh sama cowok semacam Alex, sweet gitu deh. Dia yang akhirnya bisa membuat
Langit menentukan pilihan gender-ny.
Title of Book: A Time to Dance & A Time to Embrace (Timeless Love #1 & #2) Author: Karen Kingsbury Publisher: Westbow Press Pages: 656 1st Published: May 1st 2008
ISBN: 1595545212
Genre: Christian Fiction
Sinopsis :
A Time to Dance
John and Abby were the perfect couple. But after surviving twenty-one years of love, loss, and laughter, they are about to lose it all. They've become strangers, and finally they make the sad decision to divorce. They gather their three children to tell them the news, but before they can speak, their daughter makes an announcement of her own: she's getting married that summer. Determined not to ruin their daughter's season of happiness, Abby and John secretly agree to put their divorce plans on hold. But as the wedding nears, they are haunted by questions. And is it possible to find joy, after all these years, and perhaps the time...to dance?
A Time to Embrace
"Their whole life was a series of miracles. Can they really hope for one more? And as tragedy pulls their lives apart, can they somehow find that all-important time to embrace?"
After twenty-one years, John and Abby Reynolds are back together and feeling like newlyweds. Together they are convinced they can handle the issues of their past, the questions from their children, and even the high-school politics that drain the joy from John's coaching career. But then disaster strikes...the type of tragedy John and Abby never expected.
The squeal of brakes and the crunch of metal changes everything. Suddenly devastation tears at the heart of their family, and the depth of their existence. In the process, their children falter in their faith and guilt colors everything about the future. Fumbling for forgiveness and hoping for a miracle, John and Abby must remember what is important and cling to that above all else.
Together, they're determined to move on with their lives. but is "together" enough for a future they never expected?
Review:
“There is a time
for everything, and a season for every activityunder heaven: . . .
a time to weep and a time to laugh, a time tomourn and a time to
dance.”—ECCLESIASTES 3:1,4
Suka sekali dengan ayat pembukaannya. Terasa menguatkan :’)
John dan Abby adalah pasangan yang orang anggap sukses
mempertahankan tali kasih pernikahan mereka. Keluarga yang ideal dengan
kebahagiaan di dalam keluarga mereka. Begitulah yang terlihat orang-orang
selama ini. Namun, diusia yang ke-21 tahun pernikahan John dan Abby. Mereka
tertimpa badai. Membuat dasar yang mereka bangun selama ini dengan kokoh jadi
goyah. Bahkan dasar spiritual yang mereka bangun selama ini juga terancam
porak-poranda. Mereka harus mengevaluasi cinta mereka lagi. Bagaimana kehidupan
mereka selama 21 tahun pernikahan mereka ini?
Pernikahan mereka terancam benar-benar hancur ketika satu
dengan yang lainnya tidak dapat menahan nafsu dari dalam tubuh mereka.
Kedatangan Charlene membuat John membuka diri untuk melakukan kesalahan dalam
sebuah pernikahan, berselingkuh. Begitu pula dengan Abby membuka peluang dekat
dengan seorang editor di majalahnya melalui e-mail.
Saat mereka benar-benar ingin mengambil langkah perceraian
itu. Dan akan mengumumkannya pada anak-anak mereka. Anak mereka malah akan
bertunangan di musim panas nanti. Membuat mereka menunda perceraian mereka.
Dari situ, John dan Abby mulai saling menjauh. Acuh-tak acuh satu dengan yang
lain. Mereka bukan hanya acuh tak acuh dengan diri mereka tapi juga mengabaikan
bisikan-bisikan Allah. Segala apa yang Tuhan taruh pada mereka, mereka abaikan.
Bahkan mereka semakin menjauh dari jalur keluarga Kristen yang sesungguhnya.
Lalu bagaimanakah mereka kembali ke jalan Tuhan? Apakah mereka mampu
mempertahankan gelar keluarga Kristen yang harmonis?
Ternyata masalah tak hanya sampai di situ. Ketika John dan
Abby berhasil menyelamatkan pernikahan
mereka dari perceraian. Melupakan segala yang terjadi. Melupakan perselingkuhan
John ataupun Abby. John yang bekerja sebagai pelatih sepak bola di Marion High
School. John sangat menyayangi anak-anak didiknya. Setelah memanangkan
pertandingan antar sekolah, John malah mengalami kecelakaan yang mengerikan.
Membuat sebagian tubuhnya tidak bekerja sebagaimana mestinya.
Mampukah mereka tetap mempertahankan keluarga mereka? Even
dengan keadaan John yang seperti itu? Dapatkah mereka hidup baru sesuai dengan
rencana Tuhan?
Abby pressed her
cheek against John’s chest once more, savoring his closeness. Thank
You, God . . . thank You for saving us from ourselves.Later that night,
before she fell asleep, Abby uttered another prayer. One she’d said more often
in the past few months.God, I’ve never
been more in love with John. Please . . . let us have athousand
more nights like this one. Please.
***
Novel ini sebenarnya adalah Novel Dwilogi A Time to Dance
and A Time to Embrace.
A Time to Dance
A Time to Embrace
Tapi kebetulan yang saya dapat bundelan dua bukunya
sekaligus, ini adalah merupakan seri Timeless Love-nya Karen Kingsbury.
Dalam A Time to Dance, Karen Kingsbury benar-benar
memaparkan apa yang seharusnya dilakukan keluarga Kristen dalam menghadapi
masalah seperti yang dihadapi John dan Abby. Bagaimana menyelamatkan pernikahan
mereka dengan cara mendengarkan Tuhan kembali.
Sedangkan dalam A Time to Embrace, Karen Kingsbury juga memaparkan
bagaimana caranya hidup baru setelah badai itu menerpa dan datang lagi dengan
cobaan baru. Karena dalam kehidupan pasti badai silih-berganti.
Ini adalah karya Kingsbury pertama yang saya baca :D dan
saya suka dengan tulisan-tulisannya yang religious, inpiratif tapi tetap ‘ngena’
dalam kehidupan sehari-hari. Membaca kehidupan John dan Abby membuat saya
teringat akan orang tua saya. Benar-benar seperti saya melihat orang tua saya
di dalam sosok John dan Abby :’)
Dari dulu, saya juga sebenarnya ingin menulis christian-romance tapi gak
kesampean-kesampean hehehe. Membaca ini memang sih, mengingatkan saya pada The
Wedding – Nicholas Sparks karena sama-sama pernikahan yang goyah, putri yang
mau menikah dan tunangan, namun cara penyajiannya tetap beda. Dan saya tetap
menikmati keduanya.
Sebenarnya saya ingin membaca Even Now dulu buat karya
Kingsbury tapi apa daya yang saya punya ini duluan. Dan! Well saya menyukainya.
Tak tanggung-tanggung dong langsung meletakan Kingsbury sebagai salah satu
Author Favorite :)
“In this world you will have
trouble. Buttake heart! I have overcome the world”. . .“Lean
not on your own understanding,in all
your ways acknowledge Him, and He will make yourpaths straight . . .”
Title of Book: The Other Boy Author: Hailey Abbott Publisher: HarperTeen Genre: Teen, Young-Adult Romance English Novel Sinopsis :
Maddy's Boy Pros & Cons . . .
Brian--Super cute / hangs with my friends / goes to my high school / my boyfriend!
David--Says I'm a spoiled princess / hates my friends / has amazing blue eyes / cooked me an unbelievable dinner / annoyingly irresistible!
Summer for Maddy Sinclaire starts as a blur of house parties and dips in the pool--until she's caught throwing an unauthorized beachside bash. As punishment, her parents send her off to Napa Valley, where she'll spend her free time working on the family vineyard. Even with her boyfriend, Brian, miles away, Maddy's about to discover that the vineyard is a very romantic place. It's vast, sunny, magical . . . and there's another boy just waiting to steal her heart.
Review:
“David, you’re
my true love, why did we wait so long to get together? I don’t care what the
world says. Let’s defy them all, my darling.” – 245 (Maddy’s mind)
A city girl, a summer’s boy, a summer holiday an unexpected summer holiday. I
often read stories like that. That’s quite cliché. But I still enjoyed that.
Maddy, is a fifteen girl and soon to be high school senior after that summer.
But, all the plan on a lovely summer vocation, dispersed. When, his parents
sent her to the Napa Valley—her parents’ vineyard. She really hates the
situation. That means, She must leave her boyfriend, Brian and friends—of
course. To go a few mill away from San Francisco. It’s like HELL for Maddy. A
spoiled princess.
But in Napa, isn’t as bad as she thinks. She learn a lot of things. Learn to be
independent and learn about what the meaning of life and maybe love. With
David, a boy with the curly blond hairs and brown eyes. Even she has a
boyfriend in the city. Maddy slowly starts to fall in love with David.
Especially with David characters: sweet, cute and funny. Her heart steals.
I liked that part by the way:
This is the moment, she thought. “I have something to tell you, too. When
we were in the kitchen?”
“Yeah?”
“I really wanted you to kiss me.”
David let out his breath audibly and grinned.
“Really?” He sounded hopeful and disbelieving at the same time.
“Yeah.”
He looked into her eyes and lifted her chin. She took a deep breath as he
tilted his head toward her and pressed his lips to hers softly. He drew his
head back and looked at her face. “I’ve been wanting to do that for a long
time.”
“Me too,” Maddy whispered. She leaned toward him and turned so that she could
put her arms around his shoulders. His arms wrapped around her waist and they
kissed again, more deeply this time. His lips were hot and insistent. She
opened her mouth and lost herself in their kiss, sending jumps and shivers all
through her body. Slowly, still kissing, they slid down so that they were lying
on the blanket, their bodies pressed together from shoulder to hip, their legs
entwined. David kissed Maddy’s neck and she closed her eyes and let her head
fall back onto the blanket. He pulled her tighter against him and they lay
holding each other under the stars, listening to the lapping of the water, not
saying much—but then again, not much needed to be said.—Pg. 243
Hahahaha :p
***
Although this story included the usual way because I often read stories like
this. But I quite enjoyed it because this story have an easy style of language.
I liked David and Maddy chemistry. It was enough to make me get into the story.
Oh ya, another one, I really love the cover, cute XD. It makes me easy to
imagine the characters of Maddy and David.
Hm, but I’m very confused to put this story into what genre? Teen or
Young-Adult? Hm ... fifteen years old Maddy. It’s teen right? But from the way
the story feels like a young adult. Maybe both of them. Haha.
Title of Book: The Wedding (The Notebook #2) Author: Nicholas Sparks Publisher: Hachette Book Group
Genre: Contemporary Romance English Novel Sinopsis :
After thirty years of marriage, Wilson Lewis, son-in-law of Allie and Noah Calhoun (of The Notebook), is forced to admit that the romance has gone out of his marriage. Desperate to win back his wife, Jane's, heart, he must figure out how to make her fall in love with him... again. Despite the shining example of Allie and Noah's marriage, Wilson is himself a man unable to easily express his emotions. A successful estate attorney, he has provided well for his family, but now, with his daughter's upcoming wedding, he is forced to face the fact that he and Jane have grown apart and he wonders if she even loves him anymore. Wilson is sure of one thing--his love for his wife has only deepened and intensified over the years. Now, with the memories of his in-laws' magnificent fifty-year love affair as his guide, Wilson struggles to find his way back into the heart of the woman he adores.
Did You Know?
The Wedding is a follow-up to The Notebook?
The Wedding was inspired by a few unnamed couples that Nicholas knows well?
The novel is set in the North Carolina town in which Nicholas now lives?
Review:
"For Cathy,
Who made me the luckiest man alive when she agreed to be my wife." (I like
it so much :* so sweet)
Menceritakan tentang kisah cinta Jane dan Wilson. Uniknya cerita ini bukan
dimulai seperti kebanyakan cerita lainnya yaitu dari pertemuan mereka atau
bagaimana cara memperjuangkan untuk mendapatkan cinta. Tetapi, cerita ini
dimulai ketika Jane dan Wilson telah menginjak usia pernikahan yang ke-29
tahun. Dan kesalahan fatal terjadi pada Wilson. Wilson seorang pengacara yang
workaholic menghabiskan lebih banyak waktu lebih banyak dikantor ketimbang
bersama keluarganya. Ia telah melewatkan pertumbuhan ketiga anaknya. Dan hal
kecil tapi merupakan sesuatu yang cukup fatal ia melupakan ulang tahun
pernikahan mereka yang ke-29. Ia baru ingat ketika menemukan Jane menangis di
tempat tidur. Kemudian mengucapkan "Happy Aniversarry."
Dari situ, Wilson mulai mengevaluasi pernikahan mereka yang sudah berjalan
selama 29 tahun itu. Ia masih mencintai Jane tapi ia merasa bahwa Jane sudah
tidak lagi mencintainya. Membuat Jane "mencintainya dulu" adalah
kesalahan menurutnya. Karena ia hanya bisa menyakiti Jane dengan pernikahan
yang salah selama 29 tahun ini. Maka dari itu, Wilson berencana untuk
membuatnya jatuh cinta lagi padanya dengan merencanakan Ulang Tahun pernikahan
yang ke-30 tahun depan. Segala macam cara dilakukannya. Dan itu tidak boleh gagal!
Disisi lain anak mereka Anna mengatakan bahwa dia akan menikah pada ulang tahun
pernikahan orang tuanya nanti. Jane sangat excited dan melakukan persiapan
pernikahan anaknya itu. Lalu? Bagaimana dengan rencana Wilson?
Oh ya, Jane adalah anak tertua dari Noah dan Allie. Dicerita ini juga
menceritakan beberapa kilas balik bagaimana Jane dan Wilson bisa bersama. Dan
saat ketika Wilson mengunjungi Noah. Kenangan Noah dan Allie menjadi acuannya
kembali untuk membangun rumah tangganya. Apakah Wilson berhasil menyelamatkan
pernikahannya dengan perubahan pada dirinya? Apakah dia mampu membuat Jane
jatuh cinta padanya untuk yang kedua kalinya dan mampu membalas segala yang ia
lewatkan selama tahun-tahun pernikahan mereka?
"But so what? I hold tight to the lessons that
Noah taught me about love and keeping it alive, and even if I never become a
true romantic like Noah, it doesn’t mean that I’m ever going to stop
trying."
***
Lagi suka dengan bacaan tentang "cinta yang datang untuk kedua kali"
setelah nonton film "The Vow" ahoy XD padahal novel ini jauh sudah
ada sebelum The Vow karena pemainnya dari The Notebook (Rachel McAdams) sama
dari Dear John (Channing Tatum) jadi saya nonton. Dan fix saya suka cerita yang
temanya kayak gitu (Lho? Kok malah jadi cerita The Vow -___-v) Oke back to
review.
Suka banget sama kata-kata pembukaannya yang dedicated For Cathy, Who made me
the luckiest man alive when she agreed to be my wife." demi... baca itu
saya udah terharu. Pas masuk prolog langsung berasa nyess karena sakit hatinya
Jane. Bagaimana mungkin suami sendiri melupakan ulang tahun pernikahan? Damn
you Wilson! Waks.
Saya sangat menikmati alur dan gaya bercerita Sparks. Itulah sebabnya mengapa
Sparks menjadi penulis favorit saya. Ia selalu tahu bagaimana meracik sesuatu
menjadi smooth and sweet. Sehingga sebagai pembacanya saya selalu menikmati
karya-karyanya. Dari sini juga ada banyak yang bisa dipelajari jika (suatu
saat) akan menikah. Tentang pasang surut sebuah pernikahan. Karena memang
menjalani biduk rumah tangga itu nggak gampang.